Batang -teraspanturanews.com Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (10/4/2026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Faelasufa Faiz Kurniawan pun turut berpartisipasi menari Babalu membaur bersama ribuan pelajar jenjang SMP. Bupati Faiz mengapresiasi gelaran tersebut karena bentuk pelestarian sekaligus ajang pengakuan dunia terhadap tarian khas Batang.
“Hari ini kami menari Babalu massal bersama 1.000 pelajar sekaligus pemecahan rekor pengumpulan 10 ribu liter minyak jelantah,” jelasnya.
Senada, Ketua Tim Penggerak PKK Faelasufa menerangkan, program pemanfaatan minyak jelantah diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK di tiap desa, dan dioptimalkan saat ini oleh seluruh ASN. Hingga mampu mengumpulkan 10 ribu liter minyak jelantah yang pemanfaatannya untuk avtur atau bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan.
“Kami bermitra dengan pihak yang bisa mengolah minyak jelantah ini jadi avtur bagi pesawat yang ramah lingkungan,” tegasnya.
Sementara, terkait pemecahan rekor MURI 1.000 penari Babalu, mendapat respons positif dari pencipta tari tersebut, Suningsih yang mengaku selama proses latihan membutuhkan fokus dari ribuan penari.
“Bahagia sekali karena tari Babalu ini masuk rekor MURI, terima kasih Pak Bupati Faiz dan masyarakat sudah ikut melestarikan tarian khas Batang, semoga semua kalangan bisa menari Babalu mendunia dan menyejajarkan Batang dengan daerah lain,” harapnya.
Salah satu penari, Aliya pelajar SMPN 3 Batang, merasa senang akhirnya tari Babalu masuk rekor MURI dengan ditarikan oleh 1.000 orang. Menurutnya, ini sebuah pencapaian luar biasa menjadikan Babalu makin dikenal luas karena dilestarikan oleh generasi muda.
“Kebetulan saya juga ikut Sanggar Putra Budaya jadi sudah tahu tari Babalu, karena tiap hari Minggu latihan terus. Semoga tari Babalu makin lestari hingga sepanjang masa,” ungkapnya.
Salah satu siswi dari SMPN 6 Batang, Calista yang juga anggota Sanggar Jagadita mengaku telah mempelajari tari Babalu sejak tahun lalu dan ini kali kedua mempersembahkannya di hadapan khalayak.
“Persiapannya sudah sejak pagi tadi gladi bersih dulu dan bangga pastinya bisa menari dengan ribuan pelajar, semoga Babalu tetap lestari dan ditarikan juga oleh masyarakat luar daerah Batang,” ujar dia. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura







