Siapkan Sekolah Aman Bencana, Disdikbud Batang Intens Simulasi
Batang – Ratusan pelajar SMP Negeri 7 Batang berlarian keluar kelas karena guncangan dahsyat untuk menyelamatkan diri. Namun nyatanya peristiwa tersebut hanyalah simulasi mitigasi gempa bumi, untuk melatih kesiapsiagaan siswa apabila menghadapi suatu bencana.
Pasca terjadinya gempa bumi di Batang beberapa tahun lalu, menginisiasi Disdikbud memasukkan SMPN 7 menjadi salah satu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Simulasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara seluruh warga SMPN 7 Batang bersama Disdikbud dan BPBD setempat, untuk mensimulasikan mitigasi kebencanaan.
Kepala SMPN 7 Batang Moehamad Santoso mengatakan, simulasi ini untuk menyiapkan anak agar ketika terjadi bencana mampu mengambil langkah penanganan yang tepat.
“Setelah simulasi anak-anak dapat ilmu langsung, bagaimana ketika terjadi bencana, saat di dalam maupun di luar kelas pascabencana,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/12/2025).
Setelah melakukan simulasi untuk keduakalinya, salah satu pelajar Ata Azahra Yuanita mengaku lebih siap dan mengerti langkah penanganan ketika terjadi gempa.
“Dulu sudah pernah simulasi, karena baru pertama terkadang masih bingung, tapi setelah simulasi lagi, bagaimana berlindung saat gempa,” tuturnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang Mohammad Fajeri membenarkan, di tahun 2024 silam SMPN 7 merupakan salah satu yang terdampak gempa. Maka simulasi kedua kalinya merupakan pembelajaran bagi pelajar, agar lebih siap apabila terjadi peristiwa serupa.
“Kita tidak mengharapkan itu terjadi lagi, tapi ketika terjadi, bagaimana sikap guru, siswa dan pemangku kebijakan di SMPN 7 bisa bersinergi mengambil langkah penanganan yang tepat,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Kesiswaan Bidang SMP Disdikbud Batang Arif Aminudin berencana menggelar simulasi di beberapa sekolah yang memiliki kerawanan kebencanaan, selain SMPN 7. Terdapat beberapa sekolah yang termasuk dalam Satuan Pendidikan Aman Bencana, yang menjadi prioritas Disdikbud untuk memberikan edukasi penanganan kebencanaan lewat simulasi bersama lintas sektor.
“Rencananya kami akan ke SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 9 karena rawan banjir, SMPN 4 karena berdekatan dengan SMPN 7 Batang, SMPN 4 Bawang rawan longsor. Namun karena keterbatasan anggaran sekolah lain bisa melakukan secara mandiri,” ujar dia. (AD Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura








