Batang – teraspanturanews.com Suasana Lapangan Sepak bola Dracik Kampus Batang dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Karangasem tampak berbeda dari biasanya. Ratusan anak, mulai dari tingkatan TK yang menggemaskan hingga siswa SMA yang tangguh, berkumpul dalam semangat kompetisi.
Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Batang tengah menggelar perhelatan besar Kejuaraan Atletik, Tartil, dan Mewarnai dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah Ke-113.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) ini bukan sekadar seremoni ulang tahun. Di balik keriuhan lomba, ada misi besar untuk mencetak kader unggul di bidang olahraga dan seni religi.
Ketua PD Muhammadiyah Batang Harto Setiyono mengungkapkan, bahwa momentum Milad tahun ini digerakkan secara masif oleh seluruh elemen organisasi. Namun, khusus untuk kejuaraan ini, ada target spesifik yang ingin dicapai, yakni mendukung gairah olahraga di Kabupaten Batang.
“Ini sekaligus kita manfaatkan mencari bibit-bibit olahraga terutama atlet olahraga lari. Saya lihat Pak Bupati M Faiz Kurniawan itu sekarang gesitnya dalam bidang olahraga lari. Nah, ini maka kegiatan ini insyaallah kader-kader yang baik nanti biar dihimpun untuk maju ke tingkat event berikutnya,” katanya saat ditemui di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Minggu (11/1/2026).
Senada dengan Harto, Karyono yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) sekaligus Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Batang, menegaskan bahwa Muhammadiyah ingin kembali menorehkan tinta emas di dunia atletik.
Baginya, sejarah atletik di Batang yang harum sejak tahun 80-an harus diteruskan oleh generasi muda Muhammadiyah.
“Kami mencari penerus, mencari bibit baru. Di Atletik itu kan sejak tahun 80 kita punya nama lah. Selama ini warga Muhammadiyah (di atletik) ya ada tapi sedikit, nah saya menggerakkan untuk itu,” jelasnya.
Tercatat sebanyak 225 peserta memadati berbagai titik perlombaan. Cabang atletik menjadi primadona dengan 161 peserta yang turun di berbagai nomor, termasuk lari estafet 20 meter bagi anak-anak TK.
Sementara itu, suasana tenang dan khidmat terasa di Masjid Al-Furqon dan MIM Muhammadiyah Karangasem Utara, tempat berlangsungnya lomba Tartil dan Mewarnai.
Perpaduan antara fisik yang kuat (atletik) dan batin yang halus (seni & religi) menjadi simbol pembentukan karakter kader yang utuh.
Menatap Panggung Nasional dan Porprov 2026
Dukungan penuh juga datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batang Teguh Supriyanto. Ia mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang berani menggelar kompetisi mulai dari jenjang usia dini.
“Terima kasih atas penyelenggaraan ini. Karena dari TK sampai SLTA diadakan di sini, mudah-mudahan bisa menelorkan prestasi yang baik khususnya dari Muhammadiyah,” ujar dia.
Teguh juga membocorkan target besar untuk olahraga Batang ke depan. Saat ini, Batang masih memegang peringkat pertama di Jawa Tengah untuk nomor lempar lembing. Target berikutnya tidak main-main: satu medali emas di Porprov 2026.
“Pembinaan dari hasil Milad ini dipastikan tidak akan berhenti di sini. Para juara akan dipersiapkan untuk menghadapi POPDA serta event bergengsi di Yogyakarta pada September mendatang, membawa nama Batang ke kancah nasional,” pungkasnya. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura









