Batang – teraspanturanews.com Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Batang resmi mengukuhkan kepengurusan baru masa bhakti 2025–2030, di Ruang Pertemuan Bakesbangpol, Kabupaten Batang, Rabu (28/1/2026).
Dalam rapat tersebut kepengurusan baru, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan ekologi yang lebih hijau dengan penanaman mangrove. Acara tersebut dihadiri perwakilan kecamatan, perwakilan pemerintah daerah, serta anggota organisasi ini menandai komitmen baru dalam melestarikan nilai-nilai kejuangan 1945 di era kontemporer.
Ketua DHC Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Batang Soetadi menegaskan, pembudayaan semangat juang 45 tidak hanya terbatas pada narasi historis, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang relevan dengan tantangan kekinian.
“Cinta tanah air pada hari ini tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan merawat bumi dan air Indonesia,” jelasnya.
Ia menguraikan konsep patriotisme ekologis sebagai wujud aktualisasi nilai kejuangan. Merawat alam adalah bentuk pengabdian kepada bangsa, dengan menanam pohon, khususnya mangrove di wilayah pesisir.
Diakuinya, manusia tidak hanya menyuburkan bumi dan air, tetapi juga mencegah abrasi dan erosi yang mengancam kedaulatan wilayah pesisir Kabupaten Batang. Pesan ini selaras dengan program nasional pelestarian ekosistem pesisir yang telah berjalan di Batang.
“Kabupaten Batang pada 2025 menjadi salah satu titik strategis penanaman 1,3 juta bibit mangrove yang tersebar di 17 lokasi untuk mengatasi rob dan abrasi di wilayah pesisir. Maka DHC BP45 Batang berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menggerakkan partisipasi generasi muda, dalam aksi konservasi lingkungan sebagai bagian dari pembangunan karakter kebangsaan,” terangnya.
Badan Pembudayaan Kejuangan 45 sendiri merupakan organisasi yang bersifat manunggal, tidak berafiliasi dengan partai politik. Namun lebih berperan sebagai mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional dengan fokus utama pada pembangunan karakter bangsa.
“Kepengurusan periode 2025–2030 menekankan penguatan kaderisasi generasi muda sebagai penerus estafet nilai kejuangan. Langkah konkretnya kami telah menggagas gerakan “Juang Hijau”,” tegasnya.
Melalui kegiatan napak tilas yang mengintegrasikan kegiatan penanaman pohon di kawasan gunung dan pesisir dengan edukasi nilai-nilai kebangsaan bagi pelajar dan komunitas masyarakat. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan antara memori kolektif perjuangan kemerdekaan dengan respons aktif terhadap krisis lingkungan yang menjadi tantangan abad ke-21.
“Dengan semangat “Merdeka Ekologis”, kepengurusan DHC BP45 Batang masa bhakti 2025–2030 menegaskan patriotisme sejati lahir dari kesadaran untuk merawat bumi pertiwi. Bukan sebagai warisan statis, melainkan sebagai amanah yang harus terus dipupuk, ditumbuhkan, dan diwariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi penerus,” pungkasnya. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura









