Batang–teraspanturanews.com Membaca bukan sekadar hobi, melainkan investasi besar bagi masa depan anak. Semangat inilah yang melatarbelakangi peresmian Kampung Literasi Proyonanggan Selatan sekaligus peluncuran gerakan “Sak Minggu Sak Buku” (Satu Minggu Satu Buku) di Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kabupaten Batang, Selasa (7/4/2026).
Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, pegiat literasi, hingga jajaran pemerintah daerah. Gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini, khususnya bagi anak-anak di tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Bunda Literasi Batang Faelasufa Faiz Kurniawan menekankan, bahwa mayoritas tokoh sukses dunia seperti Warren Buffett hingga Bill Gates adalah pembaca yang rakus. Bill Gates, misalnya, diketahui mampu menghabiskan waktu hingga 10 jam sehari untuk membaca saat masih muda.
Menurut Faelasufa, membaca memiliki fungsi yang sama krusialnya dengan aktivitas fisik. Jika olahraga dilakukan untuk melatih kekuatan otot dan kebugaran tubuh, maka membaca adalah cara terbaik untuk melatih otak.
“Membaca itu adalah olahraga untuk otak kita. Sudah ada penelitiannya, kalau kita ingin perkembangan kognitif anak bagus dan performa akademiknya tinggi, kuncinya adalah kebiasaan membaca,” jelasnya.
Ia juga berbagi tips sederhana bagi para orang tua. Gerakan ini tidak menuntut anak membaca buku yang berat. Untuk anak usia dini, cukup dengan buku bergambar atau satu kalimat per halaman, asalkan dilakukan secara konsisten setiap minggu.
“Kalau anaknya belum bisa baca, orang tuanya yang membacakan sebelum tidur. Setelah itu, minta anak menggambar ekspresi mereka apakah senang atau sedih setelah mendengar cerita itu. Hal simpel ini jika dilakukan tiap minggu akan membentuk karakter cinta buku,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menantang setiap kecamatan untuk berlomba-lomba menghidupkan budaya literasi di wilayahnya. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Daerah menyiapkan stimulus bagi wilayah yang paling aktif menggerakkan literasi masyarakat.
“Kecamatan mana yang Kampung Literasinya paling banyak, tolong dikasih apresiasi Rp250 juta di akhir tahun nanti. Saya ingin gerakan ini diimplementasikan di semua sekolah di wilayah Kabupaten Batang,” tegasnya.
Bupati juga menginstruksikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Targetnya, setiap siswa di Batang wajib meminjam satu buku setiap minggu dan mengembalikannya pada hari Senin berikutnya disertai dengan ulasan (review) singkat.
“Saat ini, terdapat sekitar 88.000 murid di tingkat TK hingga SMP di Batang, sementara koleksi buku yang tersedia baru mencapai sekitar 24.000 eksemplar. Untuk menutupi kekurangan tersebut, Bupati meminta dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap koleksi buku di perpustakaan daerah maupun sekolah,” ujar dia.
Jika kuota belum mencukupi, pemerintah akan menempuh dua jalur: pengalokasian anggaran khusus atau membuka keran donasi buku secara terbuka bagi masyarakat umum.
Faiz menyebutkan, langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Di tahun 2026 ini, tantangan dunia kerja masa depan semakin nyata. Diprediksi, 65% jenis pekerjaan yang akan dihadapi anak-anak SD saat ini adalah pekerjaan yang bahkan belum ada sekarang.
“Bagaimana kita bisa menuntut anak rajin membaca kalau orang tuanya setiap malam hanya asyik main TikTok di depan mereka? Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri sebagai orang tua,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut, penghargaan juga diberikan kepada Nayla, seorang anak yang piawai membaca cerita, serta Kurnia, seorang ASN sekaligus guru SMP yang telah menuntaskan tantangan membaca buku, sebagai bentuk motivasi bagi warga Batang lainnya. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura








