Batang – teraspanturanews.com Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya mewujudkan pendidikan yang bermutu baik dari peserta didik maupun penyelenggara pendidikan, yakni guru itu sendiri. Tak hanya Sumber Daya Manusia (SDM), namun lingkungan kondusif dan dukungan elemen masyarakat menjadi kunci kesuksesan dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, beberapa strategi dalam mewujudkan pendidikan bermutu dari berbagai sudut pandang. Di antaranya pendidik berkompeten yakni, mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan berkelanjutan maupun menerapkan metode pembelajaran yang tepat.
“Artinya, guru harus menggunakan metode pembelajaran kreatif dan kontekstual,” katanya, saat dihubungi melalui gawai, Jumat (1/5/2026).
Di samping itu, perlunya menggunakan kurikulum yang fleksibel, berfokus pada pengembangan keterampilan, sehingga menjadikan anak didik mampu berpikir kritis.
“Tentunya harus relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini, yakni pemanfaatan teknologi informasi atau sistem digitalisasi,” jelasnya.
Pendidikan bermutu juga ditentukan oleh kelengkapan infrastruktur dan sarana prasarana pendukung, seperti lingkungan serta ruang kelas yang aman dan nyaman.
“Di dalamnya ada perpustakaan, laboratorium serta teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung proses pembelajaran,” tegasnya.
Pemanfaatan data yang valid pun sangat diperlukan dalam menunjang sistem pendidikan, contohnya untuk mengoptimalkan pelaksanaan proses asesmen nasional. Maupun pengambilan keputusan yang semuanya berbasis data yang valid.
Dukungan lain yang tak kalah pentingnya, yakni datang dari wali murid dan masyarakat setempat. Sekolah melibatkan orang tua dan komunitas di lingkungan pendidikan maupun tempat tinggal. Masyarakat juga harus mendukung dan peduli, terhadap lingkungan pendidikan yang kondusif.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Batang Moehamad Santoso menganggap kolaborasi yang antara warga sekolah, mulai kepala sekolah, pendidik, siswa maupun wali murid dan masyarakat hingga pemangku kebijakan amat penting.
“Jika semuanya tidak bekerja sama, maka sistem pembelajaran akan berjalan terseok-seok, tidak sesuai idealisme dunia pendidikan,” terangnya.
Mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Kepala SMPN 1 Limpung Eminingsih memandang pentingnya pemerataan kualitas melalui pembelajaran kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.
“Sekolah juga memperkuat literasi, karakter, serta kemitraan dengan dinas dan masyarakat guna memastikan setiap siswa mendapat layanan pendidikan yang optimal. Dengan mengintegrasikan proyek kewirausahaan berbasis lingkungan adiwiyata,” ujar dia. AS Saeful Husna TP Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura








