Batang – teraspanturanews.com Badan Pusat Statistik (BPS) Batang mulai mempersiapkan rekrutmen calon Mitra Statistik Tambahan Tahun 2026 yang diperuntukkan untuk kegiatan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dan kegiatan statistik lainnya. Sebanyak 824 pendaftar yang didominasi karyawan swasta, sebelumnya telah melakukan seleksi hingga tersaring 751 orang yang mengikuti tes wawancara, untuk bertugas memastikan validitas data.
Kendati demikian, untuk menunjang kesuksesan Sensus Ekonomi 2026, BPS Batang telah memiliki mitra dan petugas yang telah direkrut akhir 2025, sebanyak 300 orang. Maka, Kepala BPS Batang Heni Djumadi memastikan, jika melihat jumlah kebutuhan petugas, maka dari peserta seleksi saat ini akan dilakukan penyaringan lebih ketat, untuk mendapatkan petugas yang betul-betul berkompeten.
“Dari kebutuhan 825 petugas, ternyata kami punya hampir 1.200 calon petugas, nanti kita saring. Tapi untuk yang 300 tidak perlu kita saring lagi, tinggal yang 751 yang disaring,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/5/2026).
Seleksi yang dilakukan tentu yang paling penting gawai karena untuk menunjang tugas Sensus Ekonomi 2026, seluruhnya memanfaatkan aplikasi digital Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI).
“Otomatis jika gawainya tidak sesuai standar, itu menjadi penilaian kami. Terkait calon petugas, BPS Batang memberikan kepastian tidak merekrut dari kalangan ASN maupun P3K. Yang masih diizinkan perangkat desa, dari 248 desa karena tentu lebih memahami seluk-beluk masyarakatnya, sehingga memudahkan dalam bertugas,” jelasnya.
Setelah dipastikan lolos seleksi, para petugas akan mengikuti pelatihan mulai 31 Mei hingga 11 Juni 2026. Segera 12 Juni 2026, akan dilakukan apel bersama Bupati Batang.
“15 Juninya, kita langsung Sensus Ekonomi door to door, semoga dengan kompetensi yang dimiliki petugas, bisa menghasilkan data yang valid,” harapnya.
Salah satu calon petugas Sensus Ekonomi, Dian pekerja swasta sengaja mengikuti seleksi untuk berpartisipasi dalam mendata para pelaku usaha di Kabupaten Batang. Diakuinya, saat ini pemanfaatan teknologi informasi seperti gawai sangat penting, terbukti dalam memudahkan sensus nanti petugas wajib menggunakan gawai sesuai standarisasi.
“Tidak masalah pakai gawai karena sudah wajar kita harus bisa menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi. Apalagi nanti waktu tugas harus didata pakai aplikasi, jadi sudah siap,” ujar dia.
Sebagai pekerja swasta, tentu akan lebih mudah melakukan sensus, karena dapat dilakukan setiap saat. Bisa pagi sebelum kerja, bisa pas Sabtu Minggu. (AS Saeful Husna TP Batang, Jateng)








