Batang – Pemerintah Kabupaten Batang menggandeng berbagai pemangku kebijakan serta perusahaan swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial, dalam menangani stunting. Hal tersebut sesuai arahan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia, Wihaji dengan meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki memastikan, program GENTING tidak hanya menyasar pada balita yang terindikasi stunting, namun juga berkonsentrasi pada kaum ibu hamil, bahkan remaja pra-nikah.
“Bentuknya bisa berupa makanan bergizi, susu dan telur setiap harinya. Realisasinya kolaborasi antara swasta maupun BUMD untuk menangani 7,7 persen atau 4 ribu anak stunting di Kabupaten Batang,” katanya, usai meluncurkan program GENTING, di Gedung Pramuka Batang, Kabupaten Batang, Kamis (5/12/2024).
Kepala DP3AP2KB Batang Supriyono menerangkan, program GENTING diawali dari 61 ASN Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB), yang menyisihkan sebagian rezekinya sebesar Rp100 ribu tiap bulan, selama enam bulan ke depan, untuk membantu menu sehat bagi 13 balita dan dari Baznas 7 balita stunting.
“Kami juga menggandeng PT. Nestle dan Bhimasena Power Indonesia (BPI), untuk mendukung sesuai data nama balita maupun ibu hamil,” terangnya.
Supriyono menegaskan, dari 4 ribu balita terindikasi stunting itu, nantinya akan disaring kembali, yakni yang tergolong balita stunting dan miskin.
“Besaran nominal Rp450 ribu per orang, menunya susu, telur, kacang hijau dan lainnya yang diberikan selama enam bulan ke depan,” jelasnya.
External Relations dan CSV Coordinator, PT. Nestle, Arimba Ariwibowo menerangkan, selama kurun waktu tahun 2023 hingga 2024, Nestle telah intens memberikan makanan tambahan bergizi berupa susu dan telur dengan ragam varian menu kepada 130 pelajar di Kecamatan Bandar dan Tulis.
“Untuk mendukung program GENTING, kami tetap berkomunikasi dengan Pemda, menyesuaikan kebutuhan dalam pemenuhan menu sehat bagi anak stunting,” tegasnya.
Senada, Official CSR BPI, Muhammad Hasyim pun menegaskan, BPI telah memberikan tanggung jawab sosial kepada balita stunting di 58 desa yang tersebar di Kecamatan Kandeman dan Tulis.
“Paket menu sehat yang dibagikan sejak 2022 lalu berupa telur, susu, kacang hijau dan olahan gula merah sesuai arahan ahli gizi Puskesmas setempat,” ujar dia.
(AS Saeful Husna teraspanturanews.com bersama MC Batang)
Salam Sehat Cerdas Manusiawi
Salam Teras Pantura









