Rabu, Februari 11, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Menelusuri Kesejatian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Warisan Rumah Kelahiran Wage Rudolf Soepratman

by Redaksi
Februari 20, 2024
in Berita
0
Menelusuri Kesejatian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Warisan Rumah Kelahiran Wage Rudolf Soepratman
11
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Oleh: AS Saeful Husna
Untuk teraspanturanews.com
Pada tanggal 9 Maret, hari kelahiran Wage Rudolf Soepratman, penggubah lagu kebangsaan Indonesia Raya, kita merenung pada betapa pentingnya warisan sejarah yang ia tinggalkan. Soepratman, selain sebagai komponis terkemuka, juga dikenal sebagai guru, wartawan, dan pemain biola di Black and White Jazz Band di masa Hindia Belanda.

Tempat kelahirannya, sebuah rumah sederhana di desa Somongari, Purworejo, yang kini menjadi tempat ziarah, adalah saksi bisu perjalanan hidupnya. Rumah kayu ini, dirawat dengan baik oleh pemerintah setempat, menjadi simbol perjuangan dan kebanggaan bangsa.

Dinding rumah ini memajang naskah lagu kebangsaan “Indonesia Raya,” mencerminkan semangat perjuangan, keberanian, dan keindahan alam Indonesia. Tiga stanza lagu tersebut menceritakan tentang semangat perjuangan, keberanian, dan keindahan alam Indonesia.

Berikut adalah tiga stanza dari lagu “Indonesia Raya” yang ditulis oleh Soepratman:

Stanza 1:
Indonesia, tanah airku, tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku
Indonesia, kebangsaanku, bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku
Bangsaku, rakyatku, semuanya
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Stanza 2:
Indonesia, tanah yang mulia, tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berdiri, untuk selama-lamanya
Indonesia, tanah pusaka, pusaka kita semuanya
Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia
Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya
Bangsanya, rakyatnya, semuanya
Sadarlah hatinya, sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya

Stanza 3:
Indonesia, tanah yang suci, tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri, menjaga ibu sejati
Indonesia, tanah berseri, tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji, Indonesia abadi
Selamatlah rakyatnya, selamatlah putranya
Pulaunya, lautnya, semuanya
Majulah negerinya, majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya

Lagu Indonesia Raya pertama kali dibawakan pada kongres Sumpah Pemuda 2 pada tanggal 28 Oktober 1928, hanya dengan menggunakan instrumen biola. Wage Rudolf Soepratman wafat pada usia 35 tahun pada tanggal 17 Agustus 1938, 7 tahun sebelum Indonesia Merdeka.

Dalam kondisi sakitnya, Soepratman meninggalkan catatan yang mencerminkan keberaniannya dalam perjuangan. Rumah kelahirannya di Purworejo tidak hanya menjadi tempat bersejarah, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya perjuangan dan semangat cinta tanah air. Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan ini untuk generasi mendatang. #IndonesiaRaya #SejarahBangsa

Salam literasi sejarah
Salam teraspanturanews.com

SendShare2
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang yang Jadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang yang Jadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Oktober 21, 2024

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis

Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis

Februari 11, 2026
TMMD Cepokokuning, Bangun Akses Ekonomi dan Wisata Desa

TMMD Cepokokuning, Bangun Akses Ekonomi dan Wisata Desa

Februari 11, 2026
Waspada Cuaca Ekstrem, Camat Subah Pimpin Operasi Pangkas Pohon di Jalur Pantura

Waspada Cuaca Ekstrem, Camat Subah Pimpin Operasi Pangkas Pohon di Jalur Pantura

Februari 11, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In