Pekalongan-teraspanturanews.com Sebanyak 290 warga masih bertahan di 3 posko pengungsian banjir yang disediakan Pemerintah Kota Pekalongan, Selasa (4/2/2025). Camat Pekalongan Barat, M. Natsir, mengatakan, pengungsi banjir di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat terpaksa bertahan mengingat kondisi banjir belum surut.
Rumah warga masih terendam banjir cukup tinggi 50-75cm akibat dari hujan yang mengguyur dari tanggal 29 Januari- 3 Februari 2025. Di Posko Aula Kecamatan Pekalongan Barat, hingga hari kelima kemarin, jumlah pengungsi bertambah menjadi 189 orang.
“Masyarakat juga ada yang mengungsi di Mushola Al-Munir RW 08 Kampung Baru Kelurahan Tirto 29 orang, dan Masjid Al-Ikhlas Sidomulyo Kelurahan Pasirkratonkramat (PKK) ada 72 orang. Jadi, jumlah total pengungsi yang mengungsi di 3 posko pengungsian tersebut ada 290 orang,” ujarnya.
Kondisi banjir di pemukiman warga masih cukup tinggi, karena hujan masih turun. Sungai Bremi-Meduri masih limpas ke pemukiman, terutama di Kampung Baru Tirto dan Sidomulyo Pasir Kraton Kramat.
Ketinggian banjir sudah mendekati atap rumah. Beberapa warga yang terdampak banjir juga ada yang sudah mendirikan dapur umum secara mandiri.
Natsir mengungkapkan, pemenuhan logistik bagi para pengungsi sudah terpenuhi. Dalam hal ini, pemenuhan logistik telah dilaksanakan oleh Dinsos-P2KB Kota Pekalongan
“Setiap hari kami juga mendatangkan dokter dari Puskesmas Tirto. Apabila ada pengungsi yang harus dirujuk ke rumah sakit, kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Salah satu pengungsi, Slamet Tafsir (60), mengaku sudah mengungsi di Aula Kecamatan sejak Kamis(30/1/2025) bersama istri, anak dan cucunya. Warga RT 03 RW 08 Kampung Baru Tirto ini bertahan karena kondisi banjir di sekitar rumahnya masih setinggi dada orang dewasa.
“Di rumah tidak ada tempat aman, semua barang termasuk kasur sudah ditaruh di atas meja. Rumah saya dengan Sungai Bremi-Meduri jaraknya 10 meter, dan air sungai masih melimpas sehingga kinerja pompa kurang maksimal untuk menyedot genangan,” ujarnya.
(AS Saeful Husna teraspanturanews.com bersama KBBN Pekalongan)
Salam sehat cerdas manusiawi
Salam Teras Pantura







