Senin, April 20, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Menteri BKKBN Wihaji Serahkan Sertifikat Elsimil di Batang

teraspanturanews.com

by Redaksi
April 17, 2025
in Berita
0
Menteri BKKBN Wihaji Serahkan Sertifikat Elsimil di Batang
13
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Batang – teraspanturanews.com Suasana bahagia menyelimuti pasangan pengantin Arina Mansikana dan H. Muhammad Akmal Muntaafi warga Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Namun kebahagiaan mereka hari itu tak hanya karena status baru sebagai suami istri.

Mereka menerima sesuatu yang tak kalah penting yakni sertifikat Elsimil sebuah tanda kesiapan lahir dan batin untuk membangun keluarga sehat.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala BKKBN Wihaji yang hadir langsung untuk menyerahkan sertifikat tersebut, menegaskan pentingnya kesiapan sebelum membina rumah tangga, terutama dalam rangka mencegah stunting.
“Yang penting bukan soal menikah atau tidak, tetapi siap menikahnya. Kapan pun boleh menikah, tapi kesiapan menikah itu yang utama. Kalau perempuan disarankan di usia 21 tahun, laki-laki di usia 25 tahun. Itu menurut teori kedokteran, di usia itu lebih matang dan potensi stunting pun lebih kecil,” katanya usai menyerahkan sertifikat Elsimil di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Rabu (16/4/2025).
Program Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) merupakan salah satu terobosan yang digagas BKKBN bersama Kementerian Agama melalui Bina Masyarakat Islam. Tujuannya sederhana namun berdampak besar, memastikan setiap pasangan muda benar-benar siap secara fisik, mental, dan sosial untuk menjadi orang tua.
“Kenapa ini kita kerjakan, karena salah satu penyebab stunting, selain gizi, adalah pernikahan dini. Elsimil ini hadir untuk memberikan edukasi, supaya pasangan yang sudah menikah bisa memahami bahwa menjadi pasangan usia subur itu artinya siap untuk hamil dengan kondisi yang sehat,” jelasnya.
Melalui Elsimil, calon pengantin akan mendapatkan edukasi kesehatan, informasi gizi, hingga panduan perencanaan keluarga. Setelah proses itu dijalani, barulah mereka mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa mereka siap menjalani peran sebagai orang tua.
“Intinya bukan cuma soal menikah, tapi bagaimana memastikan yang menikah sudah siap secara komprehensif. Dan ini bagian dari strategi menurunkan angka stunting,” tegasnya.
Selain Elsimil, Wihaji juga menggencarkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), program kolaboratif yang menghubungkan masyarakat mampu dengan anak-anak dari keluarga berisiko stunting.
“GENTING ini targetnya satu juta anak asuh. Dalam empat bulan, kita sudah punya 132 ribu anak asuh dari 15 ribu orang tua asuh. Semuanya didanai oleh CSR perusahaan dan ini akan terus berkelanjutan,” ungkapnya.
Wihaji menyebutkan, program ini menyasar daerah-daerah dengan angka stunting tinggi seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua. Namun secara kuantitas, Jawa Barat menjadi fokus karena jumlah penduduknya yang besar.
“Saya sudah bertemu dengan Gubernur dan Bupati se-NTT, juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang. Tujuannya agar kita bisa kerja bareng, kroyaan, untuk percepatan penurunan stunting,” ujar dia.
Apa yang dilakukan pasangan Arina dan Akmal hari itu mungkin terlihat sederhana menerima sertifikat Elsimil. Namun di baliknya, tersembunyi semangat besar untuk menjadi bagian dari perubahan. Sebab, seperti kata Menteri Wihaji, keluarga yang sehat dimulai dari keputusan yang direncanakan.
“Kalau sudah menjadi pasangan usia subur, maka segala sesuatunya harus direncanakan. Kehamilannya direncanakan, kelahirannya direncanakan, dan jika ingin anak kedua, pun harus direncanakan. Konsep kita adalah keluarga berencana. Insyaallah, hidup pun akan sejahtera,” pungkasnya. (AS Saeful Husna Kabiro Batang)

Salam Teras Pantura

SendShare2
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
RAT 2025 Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya Catat Lompatan Kinerja, Laba Naik 133 Persen

RAT 2025: Momentum Kebangkitan dan Semangat Baru Anggota Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya

Februari 20, 2026

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKM bagi Pekerja Renta

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKM bagi Pekerja Renta

April 19, 2026
Konsep Otomatis

Bupati Batang Lepas 951 Jemaah Haji 2026, Usia Tertua 86 dan Termuda 17 Tahun

April 17, 2026
Bupati Batang Bagikan Pengalaman Tiga Kali Haji, Mulai Jalur Tak Biasa Hingga Undangan Raja  Batang – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan membagikan pengalaman pribadinya menunaikan ibadah haji sebanyak tiga kali saat acara pelepasan jemaah haji Kabupaten Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (17/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Faiz menceritakan berbagai pengalaman yang pernah dilaluinya, mulai dari perjalanan yang penuh tantangan hingga kesempatan berhaji melalui jalur resmi dan undangan khusus. “Saya sudah tiga kali berangkat haji, mulai dari pengalaman yang cukup sulit hingga yang melalui jalur resmi. Semua proses itu bisa saya jalani dengan baik sampai selesai,” ungkapnya. Ia mengungkapkan, pada keberangkatan pertamanya pada 2017, dirinya sempat menghadapi berbagai kendala, termasuk harus melalui rute tidak biasa hingga mengalami deportasi sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan ibadah. Selanjutnya, pada 2019, Faiz kembali menunaikan ibadah haji bersama keluarga melalui jalur resmi. Sementara pada 2021, ia mendapatkan kesempatan berhaji melalui undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi. “Alhamdulillah, saya sudah merasakan berbagai pengalaman berhaji, dari yang penuh tantangan hingga yang lebih lancar,” jelasnya. Dalam arahannya kepada jemaah, Faiz menekankan bahwa ibadah haji pada dasarnya dapat dijalankan dengan baik jika dilandasi niat yang kuat serta pemahaman yang cukup. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hal terpenting adalah menjaga kebersamaan dan saling membantu antarjemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Saya titip pesan, tolong saling menjaga satu sama lain, saling menolong. Jangan sampai ada jemaah, terutama yang lanjut usia, ditinggalkan. Harus dijaga bersama, guyub dan rukun,” pungkasnya. Ia berharap seluruh jemaah haji asal Kabupaten Batang dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)   Keterangan Foto : Bupati Batang M Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat pelepasan Haji di Pendopo Kabupaten Batang.

Bupati Batang Bagikan Pengalaman Tiga Kali Haji, Mulai Jalur Tak Biasa Hingga Undangan Raja Batang – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan membagikan pengalaman pribadinya menunaikan ibadah haji sebanyak tiga kali saat acara pelepasan jemaah haji Kabupaten Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (17/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Faiz menceritakan berbagai pengalaman yang pernah dilaluinya, mulai dari perjalanan yang penuh tantangan hingga kesempatan berhaji melalui jalur resmi dan undangan khusus. “Saya sudah tiga kali berangkat haji, mulai dari pengalaman yang cukup sulit hingga yang melalui jalur resmi. Semua proses itu bisa saya jalani dengan baik sampai selesai,” ungkapnya. Ia mengungkapkan, pada keberangkatan pertamanya pada 2017, dirinya sempat menghadapi berbagai kendala, termasuk harus melalui rute tidak biasa hingga mengalami deportasi sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan ibadah. Selanjutnya, pada 2019, Faiz kembali menunaikan ibadah haji bersama keluarga melalui jalur resmi. Sementara pada 2021, ia mendapatkan kesempatan berhaji melalui undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi. “Alhamdulillah, saya sudah merasakan berbagai pengalaman berhaji, dari yang penuh tantangan hingga yang lebih lancar,” jelasnya. Dalam arahannya kepada jemaah, Faiz menekankan bahwa ibadah haji pada dasarnya dapat dijalankan dengan baik jika dilandasi niat yang kuat serta pemahaman yang cukup. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hal terpenting adalah menjaga kebersamaan dan saling membantu antarjemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Saya titip pesan, tolong saling menjaga satu sama lain, saling menolong. Jangan sampai ada jemaah, terutama yang lanjut usia, ditinggalkan. Harus dijaga bersama, guyub dan rukun,” pungkasnya. Ia berharap seluruh jemaah haji asal Kabupaten Batang dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi) Keterangan Foto : Bupati Batang M Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat pelepasan Haji di Pendopo Kabupaten Batang.

April 17, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In