Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Inkulturisasi Budaya, Gereja Santo Yusup Rayakan Misa Sura

teraspanturanews.com

by Redaksi
Juni 26, 2025
in Berita
0
Inkulturisasi Budaya, Gereja Santo Yusup Rayakan Misa Sura
Inkulturisasi Budaya, Gereja Santo Yusup Rayakan Misa Sura
5
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Batang – teraspanturanews.com Menjelang malam Satu Sura 1959, jemaat Gereja Katolik Santo Yusup Batang menggelar Malam Tirakatan yang dibalut Misa Suro. Seluruh prosesi Misa, digelar menggunakan adat dan tradisi Jawa, mulai dari bahasa, kidung pujian hingga gunungan hasil bumi yang turut melengkapi.

Prosesi ibadah diaplikasikan dengan lantunan kidung pujian berbahasa Jawa, hingga khotbah Romo Paskalis Tejo Wibowo yang seluruhnya menggunakan tata bahasa Jawa. Romo Tejo sapaan akrabnya, menyampaikan, penggunaan bahasa Jawa dalam Misa sudah intens dilakukan tidak hanya dalam momentum tertentu saja.
“Di Gereja Katolik, sering menggunakan bahasa Jawa tiap minggu ketiga dan kelima. Contohnya di Gereja Stasi Santa Maria Simbang rutin berbahasa Jawa tiap minggu ketiga,” katanya usai memimpin Misa Sura, di Gereja Santo Yusup Batang, Kabupaten Batang, Rabu (25/6/2025).
Misa Sura digelar untuk pertama kalinya oleh jemaat dengan menyertakan gunungan hasil bumi merupakan implementasi pesan Paus Fransiskus kala itu.
“Yakni di mana bumi sebagai rumah manusia yang menumbuhkan segala jenis bahan makanan, dan diwujudkan rasa syukur itu dengan gunungan sayuran,” jelasnya.
Terkait pemberkatan salib, merupakan implementasi dari adat masyarakat Jawa yang senantiasa melakukan jamasan terhadap keris pusaka, yang jadi “pegangan”. Maka tak berbeda jauh dengan umat Katolik, yang memiliki Kristus yang tersalibkan jadi lambang kekuatan untuk dilakukan “penjamasan” terhadap salib.
“Kalau masyarakat Jawa melakukan penjamasan terhadap keris yang setahun terpajang di dinding, sama halnya dengan Salib Kristus yang “dijamas” menggunakan air suci. Itu agar cahaya kemuliaan Allah kian terpancar, sehingga memancarkan berkat bagi orang di rumah itu,” tegasnya.
Ia memastikan, Misa Sura akan digelar tiap tahunnya, karena wujud inkulturisasi budaya, sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya Jawa di dalam komunitas.
“Ini wujud kebhinekaan, terbukti Gereja Katolik pun umatnya ada yang Jawa, Tionghoa, Batak dan sebagainya,” ungkapnya.
Momentum spesial memeriahkan Malam Satu Sura, pun ditunjukkan para jemaat dengan berbusana Jawa lengkap, seperti beskap dan blangkon maupun kebaya dan kain. Salah satu jemaat, Antonius Cipto Hartono membenarkan, sebagai warga Jawa yang menghormati tradisi maka momen Malam Satu Sura diakulturasi dengan busana bernuansa Jawa.
“Karena sebentar lagi mau pergantian tahun Jawa 1959, yang kami kenakan ini bukti nguri-uri budaya. Termasuk Misa berbahasa Jawa, masih bisa diikuti, kendalanya justru anak muda yang sedikit kesulitan karena sudah jarang berbahasa Jawa,” tandasnya.
Sementara sang istri, Imelda mengaku terharu dengan pemberkatan atau “jamasan” salib. “Kalau orang tua dulu punya keris sebagai piandel, sekarang kami warga Katolik punya andel-andel Salib Kristus yang dijamas,” ujar dia. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)

Salam Teras Pantura

SendShare1
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
RAT 2025 Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya Catat Lompatan Kinerja, Laba Naik 133 Persen

RAT 2025: Momentum Kebangkitan dan Semangat Baru Anggota Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya

Februari 20, 2026

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Konsep Otomatis

Bupati Batang Lepas 951 Jemaah Haji 2026, Usia Tertua 86 dan Termuda 17 Tahun

April 17, 2026
Bupati Batang Bagikan Pengalaman Tiga Kali Haji, Mulai Jalur Tak Biasa Hingga Undangan Raja  Batang – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan membagikan pengalaman pribadinya menunaikan ibadah haji sebanyak tiga kali saat acara pelepasan jemaah haji Kabupaten Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (17/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Faiz menceritakan berbagai pengalaman yang pernah dilaluinya, mulai dari perjalanan yang penuh tantangan hingga kesempatan berhaji melalui jalur resmi dan undangan khusus. “Saya sudah tiga kali berangkat haji, mulai dari pengalaman yang cukup sulit hingga yang melalui jalur resmi. Semua proses itu bisa saya jalani dengan baik sampai selesai,” ungkapnya. Ia mengungkapkan, pada keberangkatan pertamanya pada 2017, dirinya sempat menghadapi berbagai kendala, termasuk harus melalui rute tidak biasa hingga mengalami deportasi sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan ibadah. Selanjutnya, pada 2019, Faiz kembali menunaikan ibadah haji bersama keluarga melalui jalur resmi. Sementara pada 2021, ia mendapatkan kesempatan berhaji melalui undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi. “Alhamdulillah, saya sudah merasakan berbagai pengalaman berhaji, dari yang penuh tantangan hingga yang lebih lancar,” jelasnya. Dalam arahannya kepada jemaah, Faiz menekankan bahwa ibadah haji pada dasarnya dapat dijalankan dengan baik jika dilandasi niat yang kuat serta pemahaman yang cukup. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hal terpenting adalah menjaga kebersamaan dan saling membantu antarjemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Saya titip pesan, tolong saling menjaga satu sama lain, saling menolong. Jangan sampai ada jemaah, terutama yang lanjut usia, ditinggalkan. Harus dijaga bersama, guyub dan rukun,” pungkasnya. Ia berharap seluruh jemaah haji asal Kabupaten Batang dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)   Keterangan Foto : Bupati Batang M Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat pelepasan Haji di Pendopo Kabupaten Batang.

Bupati Batang Bagikan Pengalaman Tiga Kali Haji, Mulai Jalur Tak Biasa Hingga Undangan Raja Batang – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan membagikan pengalaman pribadinya menunaikan ibadah haji sebanyak tiga kali saat acara pelepasan jemaah haji Kabupaten Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (17/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Faiz menceritakan berbagai pengalaman yang pernah dilaluinya, mulai dari perjalanan yang penuh tantangan hingga kesempatan berhaji melalui jalur resmi dan undangan khusus. “Saya sudah tiga kali berangkat haji, mulai dari pengalaman yang cukup sulit hingga yang melalui jalur resmi. Semua proses itu bisa saya jalani dengan baik sampai selesai,” ungkapnya. Ia mengungkapkan, pada keberangkatan pertamanya pada 2017, dirinya sempat menghadapi berbagai kendala, termasuk harus melalui rute tidak biasa hingga mengalami deportasi sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan ibadah. Selanjutnya, pada 2019, Faiz kembali menunaikan ibadah haji bersama keluarga melalui jalur resmi. Sementara pada 2021, ia mendapatkan kesempatan berhaji melalui undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi. “Alhamdulillah, saya sudah merasakan berbagai pengalaman berhaji, dari yang penuh tantangan hingga yang lebih lancar,” jelasnya. Dalam arahannya kepada jemaah, Faiz menekankan bahwa ibadah haji pada dasarnya dapat dijalankan dengan baik jika dilandasi niat yang kuat serta pemahaman yang cukup. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hal terpenting adalah menjaga kebersamaan dan saling membantu antarjemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Saya titip pesan, tolong saling menjaga satu sama lain, saling menolong. Jangan sampai ada jemaah, terutama yang lanjut usia, ditinggalkan. Harus dijaga bersama, guyub dan rukun,” pungkasnya. Ia berharap seluruh jemaah haji asal Kabupaten Batang dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi) Keterangan Foto : Bupati Batang M Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat pelepasan Haji di Pendopo Kabupaten Batang.

April 17, 2026
Kodim Brebes dan Kebumen Raih Prestasi Gemilang di Ajang Nasional TMMD 127

Kodim Brebes dan Kebumen Raih Prestasi Gemilang di Ajang Nasional TMMD 127

April 17, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In