Rabu, Februari 18, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Batang Jadi Pilot Project Program “Quick Wins”, Tamasya Jadi Harapan Baru Cegah Stunting di Kawasan Industri

teraspanturanews.com

by Redaksi
April 26, 2025
in Berita
0
Batang Jadi Pilot Project Program “Quick Wins”, Tamasya Jadi Harapan Baru Cegah Stunting di Kawasan Industri
Batang Jadi Pilot Project Program “Quick Wins”, Tamasya Jadi Harapan Baru Cegah Stunting di Kawasan Industri
5
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Batang – teraspanturanews.com Di tengah geliat pembangunan dan geliat kawasan industri yang makin tumbuh, Kabupaten Batang kini bersiap menjadi wajah baru pembangunan manusia Indonesia. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Budi Setiyono turun langsung ke Batang untuk memastikan kesiapan pelaksanaan lima program unggulan bertajuk “Quick Wins”.

Program yang digagas Kemendukbangga ini mencakup lima aksi nyata: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps ‘Layanan Keluarga Indonesia’. Semuanya dirancang sebagai langkah cepat dan terukur menyongsong bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045.
“Ini bagian dari rangkaian kunjungan kami untuk mengecek kesiapan pelaksanaan lima Quick Wins yang kami desain. Intinya, ini kontribusi dari kementerian kami untuk mengantisipasi bonus demografi,” katanya saat meninjau salah satu lokasi program di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jumat (25/4/2025).
Salah satu program yang menjadi perhatian serius adalah Tamasya. Program ini ditujukan untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak usia dini, terutama dari keluarga yang orang tuanya bekerja di kawasan industri. Di Batang, hal ini menjadi krusial mengingat keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
“Kalau di satu pabrik dibutuhkan 10 ribu tenaga kerja, tapi yang sesuai hanya lima ribu, maka fungsi pabrik itu tidak maksimal. Ini bukan hanya soal lapangan kerja, tapi juga kesiapan keluarga. Kalau pekerja perempuan punya anak dan tidak ada tempat penitipan, mereka bisa berhenti kerja. Maka kita butuh Tamasya di kawasan industri ini,” jelasnya.
Budi juga menegaskan, keberadaan Tamasya tidak sekadar tempat menitipkan anak. Ada standar khusus yang ditetapkan kementerian, mulai dari pengasuh bersertifikat, pemenuhan gizi, sanitasi, hingga pendampingan psikologis dan medis, bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan puskesmas.
“Kalau anaknya stunting, pengasuh harus tahu cara menangani dan berkoordinasi dengan puskesmas. Gizi pun harus diperhatikan, makannya harus sesuai standar, termasuk sanitasi ruang dan rasio anak dengan luas ruangan,” tegasnya.
Menurutnya, bonus demografi tidak bisa dipetik begitu saja tanpa strategi. Jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak tidak otomatis menjadi keuntungan jika tidak dikelola secara terpadu.
“Kalau mereka tidak bekerja, tidak produktif, maka bukan jadi bonus, tapi malah disrupsi demografi mereka bisa jadi pelaku kriminal, preman, atau beban negara. Kita harus pastikan mereka mendapatkan pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan yang layak sejak lahir hingga lansia,” terangnya.
Ia juga menambahkan, sejak bayi lahir, negara harus sudah siap dari pelayanan seribu hari pertama kehidupan, pendidikan berkualitas, hingga penyediaan lapangan kerja yang sesuai kompetensi.
“Tidak boleh ada warga negara yang dibiarkan hidup di bawah standar. Semua harus mendapat kesempatan mengembangkan diri secara optimal,” ungkapnya.
Pemilihan Kabupaten Batang sebagai pilot project bukan tanpa alasan. Selain karena KITB yang strategis, Batang juga dianggap memiliki kesiapan infrastruktur dan kemauan kuat dari pemerintah daerah.
“Dari sini kita berharap, muncul satu model pembangunan manusia berbasis keluarga dan kependudukan yang bisa direplikasi ke seluruh Indonesia, hingga ke tingkat desa. Kami ingin ke depan, setiap desa punya tempat penitipan anak, pelayanan lansia, remaja, sampai terbentuk kampung KB yang betul-betul berkualitas,” pungkasnya.
Kami ingin memastikan setiap manusia Indonesia tidak hanya menjadi objek pembangunan, tapi juga subjek yang bisa menentukan arah hidupnya dengan kualitas terbaik. (AS Saeful Husna bersama MC Batang)

Salam Teras Pantura

SendShare1
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang yang Jadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang yang Jadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Oktober 21, 2024

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis

Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis

Februari 11, 2026
TMMD Cepokokuning, Bangun Akses Ekonomi dan Wisata Desa

TMMD Cepokokuning, Bangun Akses Ekonomi dan Wisata Desa

Februari 11, 2026
Waspada Cuaca Ekstrem, Camat Subah Pimpin Operasi Pangkas Pohon di Jalur Pantura

Waspada Cuaca Ekstrem, Camat Subah Pimpin Operasi Pangkas Pohon di Jalur Pantura

Februari 11, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In