Batang – teraspanturanews.com Peringatan Kembalinya Kabupaten Batang Ke-60, makin semarak karena diliputi nuansa Keraton Yogyakarta yang begitu kental. Dimulai dari busana beskap dan blangkon yang dikenakan Bupati M Faiz Kurniawan bernuansakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, saat menggelar kirab budaya di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Minggu (12/4/2026).
Bupati Faiz membenarkan, kirab budaya tahun ini Kabupaten Batang lebih mengarah ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengingat ada kedekatan kesejarahan dengan era Kesultanan Mataram Islam.
“Karena Kabupaten Batang memiliki hubungan yang sangat panjang dengan Kesultanan Yogyakarta, tepatnya kala itu Ratu Batang memiliki hubungan sebagai permaisuri dari Sultan Agung Hanyokrokusumo,” jelasnya.
Terkait kembalinya tahun hari jadi Kabupaten Batang disesuaikan dengan era Sultan Agung Hanyokrokusumo, Faiz masih belum bisa memastikannya. Hanya saja, busana yang dikenakannya merupakan wujud penghormatan terhadap sejarah panjang antara Kadipaten Batang dengan Kesultanan Mataram Islam.
“Kita sambil lihat ke depan, tapi pada prinsipnya bentuk penghormatan kita pada sejarah. Rencananya Sri Sultan Hamengku Buwono X akan hadir ke Batang, untuk menyambung kembali sejarah panjang itu, melalui seminar kebudayaan, dalam waktu dekat,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan, kirab budaya haruslah terus dilestarikan, untuk memperkuat akar budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda. Dalam kirab tersebut, tradisi sawur tetap dilestarikan sebagai simbol pemimpin yang membagikan kebahagiaan bagi kesejahteraan rakyatnya.
“Inilah jati diri kita, dengan berkomitmen melestarikan budaya leluhur,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Kirab Bambang Suryantoro Sudibyo menerangkan, kirab budaya diikuti 86 kontingen dengan jumlah lebih dari 6.000 peserta. Dengan mengusung tema “Batang Gumregah Hanggayuh Barokah, Datan Katun Budaya Luhung Kuncara Hanjayeng Bawana”.
“Makanya Batang itu mengharap barokah dengan budaya luhur, sehingga menjadikan bersinar dan makin dikenal luas. Mari kita melestarikan budaya dengan mengingat perjuangan para pendiri Kabupaten Batang, sehingga generasi muda ikut menjaganya,” ujar dia.
Terkait gunungan merupakan hasil bumi masyarakat Kabupaten Batang sejumlah tujuh buah dan 15 kecamatan yang akan dibagikan kepada warga. Serta jumlah uang sawur berkisar Rp10 juta yang disiapkan untuk disebarkan ke tengah masyarakat. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura







