Batang – teraspanturanews.com Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak insan pers untuk turut mengawal dan menyukseskan pembangunan daerah melalui pertemuan santai bertajuk ngobrol bareng yang digelar di kawasan Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Kamis (27/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Faiz memaparkan secara terbuka arah kebijakan, strategi pembangunan, hingga proyeksi masa depan Kabupaten Batang sebagai daerah industri dan jasa yang modern dan berdaya saing.
“Setiap kepala daerah punya pendekatan dan pola kerja sendiri. Saat saya masuk, hal pertama yang saya lakukan adalah mapping masalah, lalu menentukan arah yang ingin dituju dan karakteristik terbaik daerah ini,” jelasnya.
Faiz mengungkapkan, dirinya terbiasa bekerja secara detail, mulai dari mengidentifikasi persoalan hingga merumuskan solusi secara konkret bersama organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia bahkan mengaku melakukan pengecekan hingga ke detail anggaran terkecil demi memastikan efektivitas dan efisiensi program pembangunan.
“Saya ini tipe orang yang ingin tahu detail. Dari apa masalahnya sampai bagaimana menyelesaikannya. Bahkan anggaran Rp1 sampai Rp2 pun saya cek,” ungkapnya.
Menurut Faiz, tujuan utama pembangunan saat ini adalah mengubah Batang yang selama ini dikenal sebagai daerah transit menjadi destinasi, baik dari sisi investasi maupun pariwisata. Ia juga menyoroti keterbatasan Batang dari sisi sumber daya alam, pertanian, dan budaya. Namun hal tersebut justru menjadi dasar untuk menentukan arah pembangunan yang realistis.
“Kita tidak punya emas, nikel, lahan pertanian luas, dan tidak bisa bersaing dengan kota budaya seperti Jogja atau Solo. Maka satu-satunya pilihan rasional adalah mendorong Batang menjadi kota industri dan kota jasa yang maju dan modern,” terangnya.
Ia juga menegaskan, pembangunan Batang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Faiz menyebut bahwa kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, dan aglomerasi industri menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Batang. Saat ini, lebih dari 8.000 hingga 10.000 warga telah bekerja di sektor formal. Ia memprediksi puncak pertumbuhan akan terjadi pada 2027, saat hampir seluruh pabrik mulai beroperasi.
“Diperkirakan akan ada kebutuhan tenaga kerja mencapai 70.000 hingga 100.000 orang. Tenaga lokal tidak akan mencukupi, sehingga akan terjadi migrasi lebih dari 50.000 orang ke Batang,” tuturnya.
Kondisi saat ini, akan berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan perumahan, pendidikan, dan layanan kesehatan. Pertumbuhan ekonomi Batang saat ini telah melampaui target.
“Jika target lima tahun ditetapkan 7,5 persen pada 2027, realisasi di kuartal kedua 2024 sudah mencapai angka tersebut. Ini artinya Batang melaju lebih cepat dari yang kita perkirakan,” ujar dia.
Di akhir pertemuan, Faiz menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa berkomunikasi secara langsung dengan insan pers dan menyampaikan rasa hormat serta apresiasinya atas peran media dalam mengawal pembangunan.
“Saya hormat dan cinta kepada rekan-rekan pers yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (AS Saeful Husna Kabiro lBatang, Jateng)
Salam Teras Pantura










