Indramayu- teraspanturanews.com 30 November 2025 Bertempat di ruang makan Wisma Al Islah Indramayu, Divisi Pendidikan PPM (Pandu Pembangun Masyarakat) Jateng–DIY menggelar agenda silaturahmi dan konsolidasi bertajuk Diplomasi Meja Makan Bersama Generasi Muda Unggul Jateng, Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 peserta simposium pendidikan yang didominasi anak-anak muda Jawa Tengah.
Yoyo Sunaryo, S.Sos selaku penanggung jawab Divisi Pendidikan PPM Jateng–DIY, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Mengawali forum, Yoyo mengajak para peserta untuk merefleksikan kembali tujuan keikutsertaan mereka dalam simposium pendidikan serta manfaat yang telah diperoleh. Ia turut menegaskan kembali konsep pendidikan berbasis LSTEMS — *Low, Saint, Teknologi, Engineering, Matematika, dan Spiritual — yang saat ini tengah berkembang sebagai pendekatan pendidikan integratif dan holistik.
Dalam pemaparannya, Yoyo menekankan pentingnya figur teladan dalam perjalanan intelektual dan sosial generasi muda. “Orang tua kita sedang membangun wadah untuk kesejahteraan bersama. Ikutilah jejak perjalanan itu,”ujarnya. Ia menegaskan bahwa tujuan simposium adalah menanamkan kesadaran, menumbuhkan nilai kemanusiaan, serta mempersiapkan generasi unggul yang *out of the box* dan mampu menjadi motor peradaban bangsa di masa kini maupun mendatang.
Yoyo turut memberikan apresiasi kepada salah satu peserta, Jihan binti Sujasmin dari Kabupaten Kebumen, yang dikenal konsisten hadir dalam setiap kegiatan. Jihan mengungkapkan rasa bahagianya karena mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman selama mengikuti program.
Lebih lanjut, Yoyo menyampaikan bahwa para pemuda-pemudi kelahiran tahun 2000-an memiliki peluang besar untuk membawa perubahan bagi peradaban bangsa ke depan. Oleh sebab itu, mereka harus terus dipantik semangatnya dan dibimbing agar tidak terputus dari perjuangan generasi sebelumnya. Pertemuan ini merupakan konsolidasi lintas generasi, bertujuan menguatkan spirit, komitmen, dan tanggung jawab bersama, ungkapnya.
Ia juga menyinggung pentingnya kesinambungan nilai antar generasi. Menurutnya, ketika generasi kedua (cucu) kelak dewasa, mereka akan bangga terhadap orang tua dan almamater perjuangannya, sehingga siap menjadi generasi pelanjut yang lebih mumpuni.
Di sisi lain, Yoyo menggarisbawahi upaya yang tengah dilakukan para orang tua dan masyarakat dalam merintis usaha pertanian organik untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Konsep TANTERIKA — akronim dari pertanian, peternakan, dan perikanan — terus digulirkan sebagai bagian dari kesadaran akan pentingnya pertanian terpadu berbasis organik.
Terkait implementasinya di tingkat individu, Yoyo menegaskan perlunya tindakan nyata. Segera mulai menanam. Jawa Tengah sedang berupaya meningkatkan hasil tani lokal berbasis organik, ujarnya. Ia mengingatkan bahwa banyak produk impor telah melalui proses panjang yang melibatkan bahan kimia. Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda untuk memahami kebutuhan pangannya sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada produk impor. Jadikan makanan sebagai obat, jangan sampai obat justru menjadi makanan kita, tambahnya.
Menutup sambutannya, Yoyo mendorong para peserta untuk terus mengembangkan potensi diri. SDM kita memiliki peluang besar. Kembangkan potensi seluas-luasnya, jadilah tulang punggung negara dan harapan banyak orang,tegasnya.(AS Saeful Husna, Kabiro Batang Jateng)
Salam Teras Pantura











