Batang – teraspanturanews.com Bank Jateng Cabang Batang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menggelar pelatihan Micro Business Game (MBG) selama dua hari, 4–5 Agustus 2025, di Hotel Dewi Ratih Batang.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan usaha para pelaku UMKM di Kabupaten Batang.
Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang Iman Dwi Harmanto menyampaikan, bahwa kegiatan MBG merupakan bagian dari dukungan Bank Jateng terhadap program Pemerintah Kabupaten Batang, khususnya dalam pengembangan sektor UMKM.
“Di Jawa Tengah, Bank Jateng berkontribusi aktif bagi pelaku UMKM. Salah satu misi kami adalah mendorong kegiatan detail banking yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya saat ditemui di Bank Jateng Cabang Batang, Kabupaten Batang, Rabu (27/8/2025).
Tak hanya meningkatkan kapasitas usaha, pelatihan MBG juga menekankan pentingnya literasi keuangan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, pelaku UMKM diharapkan mampu menjalankan bisnis secara lebih profesional dan berkelanjutan.
“Harapannya, pelaku UMKM punya pegangan dan target capaian yang jelas untuk kemajuan usahanya,” harapnya.
Jumlah UMKM di Kabupaten Batang terus menunjukkan geliat positif. Sepanjang 2024, jumlah pelaku UMKM tercatat meningkat signifikan, menjadi bukti semangat kewirausahaan masyarakat Batang kian tumbuh dan berkembang. pada 2025 jumlahnya meningkat mendekati
3.000 (diambil data dari BPS Batang) dari angka tersebut, sebanyak 1.137 UMKM merupakan binaan langsung Bank Jateng.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Bank Jateng berencana mengadakan pelatihan rutin setiap bulan. Langkah ini sejalan dengan peran Pemkab Batang sebagai pemegang saham Bank Jateng.
“Kami ingin UMKM Batang tidak hanya berkembang di lokal, tapi juga bisa ekspor ke berbagai negara,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang, Sapto Nugroho menegaskan, bahwa pentingnya pelatihan MBG sebagai bagian dari strategi jangka panjang Bank Jateng dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh dan mandiri.
“Kami percaya bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Melalui pelatihan seperti MBG, kami ingin menciptakan pelaku usaha yang tidak hanya bertahan, tapi juga mampu berinovasi dan bersaing di pasar yang lebih luas,” terangnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Bank Jateng terus menjadi mitra strategis bagi UMKM Batang untuk tumbuh, berkembang, dan menembus pasar global.
Sapto Nugroho menyebutkan bahwa, Bank Jateng atau PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, adalah bank milik pemerintah daerah yang beroperasi di Indonesia, khususnya di provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jakarta. Didirikan pada tahun 1963, Bank Jateng memiliki tujuan utama untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah serta memberikan layanan perbankan kepada masyarakat, pemerintah, dan pelaku bisnis di Jawa Tengah.
“Sebagai bank daerah, Bank Jateng berfokus pada pemberian kredit kepada sektor-sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, seperti UMKM, pertanian, dan infrastruktur. Bank ini juga menyediakan layanan perbankan umum seperti tabungan, deposito, pinjaman, dan layanan digital. Selain itu, Bank Jateng juga memiliki peran dalam mendukung program- program pemerintah daerah,” pungkasnya.
Bank Jateng telah mengalami perkembangan signifikan dan menjadi salah satu bank yang memiliki jaringan cabang yang cukup luas di Jawa Tengah, serta terus berinovasi dalam layanan digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura