Pekalongan-teraspanturanews.com Semangat kebersamaan dan kebangkitan terus digaungkan dalam acara Halal Bihalal (HBH) anggota KKJ Pekalongan Raya yang digelar di Hotel Parkside Mandarin, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Mengusung tema besar Spirit Kuda Api 2026, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 05.30 hingga 15.00 WIB dengan rangkaian acara yang padat, inspiratif, dan penuh makna. Pekalongan 30 Maret 2026.
Acara diawali dengan olahraga kebugaran kaki melalui kegiatan jalan sehat. Kebersamaan semakin terasa saat sarapan bersama sebelum memasuki ruang utama acara.
Suasana semakin semarak dengan penampilan seni khas Batang Pentas Tari Babalu yang dibawakan oleh ananda Zanira, binaan KCP Batang. Dilanjutkan dengan lantunan Qiroatul Quran oleh ananda Bagas serta sari tilawah oleh ananda Sabit yang menambah kekhidmatan suasana. Seluruh peserta kemudian berdiri tegap menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza sebagai bentuk penguatan nilai nasionalisme.
Rangkaian acara dilanjutkan sekapur sirih dari ketua panitia yang komunikatif menyapa peserta dari masing-masing KCP, dilanjutkan sesi sambutan ketua korda Pekalongan Raya Rakiman Budisukamto S. Sos , ia mengapresiasi jumlah kehadiran lebih banyak dari prediksi sebelumnya, Sambutan dilanjutkan oleh ketua KKJ pemaparan program (Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya) yang terus berkembang. Aman Sunarya, S.Sos., memperkenalkan logo terbaru KKJ yang lebih representatif dan kekinian. Ia mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan loyalitas terhadap lembaga, termasuk dengan memperkuat simpanan tabungan. Aman juga mengumumkan rencana peluncuran aplikasi baru untuk layanan para anggota semakin mudah dalam pembayaran dan belanja produk koperasi,
Puncak acara terletak pada sesi penyampaian hikmah HBH yang menghadirkan narasumber utama, Dr. (HC) Hanan S.Sos., selaku penasihat KKJ. Dalam pemaparannya, Hanan mengupas makna mendalam dari Spirit Kuda Api 2026 sebagai simbol perjuangan, keberanian, dan akselerasi perubahan.
Ia mengaitkan tema tersebut dengan refleksi spirit tahun sebelumnya, yakni Kolosubo 2025 yang dimaknai sebagai tahun kemakmuran. Hanan mengajak peserta merenung, apakah kemakmuran tersebut telah benar-benar diraih, atau masih sebatas harapan. Menurutnya, kemakmuran sejati adalah ketika keberadaan dan peran individu diakui secara utuh dalam kehidupan sosial, hingga melahirkan kehormatan diri yang hakiki.
Lebih jauh, Hanan menekankan pentingnya perjuangan dalam bidang pangan, mulai dari ketahanan, kemandirian, hingga kedaulatan pangan. Ia menyampaikan bahwa sejumlah program telah mulai terwujud dan harus terus diperluas di tahun 2026.
Ia juga menyinggung dinamika global, termasuk konflik internasional seperti Iran vs Amerika Serikat, yang berdampak hingga ke Indonesia. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan pentingnya penguatan nasionalisme dan kemandirian bangsa, khususnya dalam sektor pangan, agar tidak terjebak menjadi bangsa konsumtif yang bergantung pada impor dan utang.
Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, Hanan mendorong percepatan peningkatan kualitas pendidikan. Ia menegaskan pentingnya terus belajar dan tidak cepat merasa puas—yang S1 segera melanjutkan ke S2, dan yang S2 ke S3. Menurutnya, proses tempaan yang keras justru melahirkan solusi dan kematangan berpikir.
Selama lebih dari tiga jam pemaparan, seluruh peserta yang berjumlah sekitar 220 orang dewasa, ditambah kategori balita, tampak fokus dan antusias menyimak materi. Hal ini menunjukkan tingginya relevansi dan daya tarik gagasan yang disampaikan.
Hanan juga menegaskan bahwa koperasi merupakan gerakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Ia menyebut konsep ini selaras dengan nilai-nilai ilahiah yang bertujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sementara itu, Mujono selaku pengawas KKJ mengingatkan pentingnya konsolidasi internal serta peningkatan omzet dalam pengelolaan keuangan anggota. Ia merangkum semangat Kuda Api 2026 dalam tiga kata kunci: Progresif, Berani, dan Kreatif, Dalam suasana penuh khidmat, Mujono juga membawakan kidung Jawa karya Sinuwun Mangkunegara berjudul Tri Prakoro yang menyentuh dan sarat makna.
Pengawas lainnya, Hari Fathuri, turut memberikan perspektif tentang tahapan perjuangan manusia berdasarkan urutan turunnya wahyu Al-Qur’an. Ia menguraikan pentingnya membaca (Al-Alaq), menulis gagasan (Al-Qalam), membangun peradaban (Al-Mudatsir), hingga mencapai kesempurnaan nilai (Al-Fatihah). Hari juga menekankan pentingnya pendidikan multidisipliner sejak dini, mencakup sains, teknologi, hukum, seni, dan agama.
Acara HBH KKJ Pekalongan Raya 2026 ini berlangsung meriah namun tetap khidmat, terutama saat sesi hikmah yang sarat pesan moral, spiritual, dan kebangsaan. Semangat Kuda Api diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh anggota untuk terus bergerak maju, mandiri, dan berkontribusi bagi bangsa. ( AS Saeful Husna Kabiro Batang Jateng)
Salam Teras Pantura










