Batang –teraspanturanews.com Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Riuh rendah tepuk tangan pecah saat perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Sri Widayanti, melangkah maju untuk menyerahkan piagam penghargaan. Menurutnya, Batang memang bukan “pemain baru” dalam catatan rekor nasional.
“Sejak 2005, kabupaten ini telah berkali-kali mencatatkan namanya, mulai dari makan Pop Mie, Rangkaian Tahu terbanyak, Posko Mudk, hingga pengumpulan motor dari satu instansi,” kaanya saat ditemui di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (10/4/2026).
Namun, hari ini, 10 April 2026, levelnya berbeda. Dua pencapaian besar yang diakui dunia kali ini mencakup pelestarian budaya dan kepedulian lingkungan:
1. Pagelaran Tari Babalu Terbanyak: Melibatkan 1.000 penari yang tampil memukau.
2. Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak oleh Aparatur Sipil Negara (ASN): Berhasil mengumpulkan total 10.000 liter minyak jelantah.
“Hari ini MURI kembali hadir di Kabupaten Batang untuk memberikan apresiasi sekaligus melakukan pencatatan sejarah rekor MURI yang baru saja kita saksikan bersama. Tari Babalu hari ini mengukir sejarah baru di Museum Rekor Dunia Indonesia,” jelasnya.
Tak hanya soal seni, Sri juga memuji langkah inovatif para ASN di Batang dalam menjaga ekosistem.
“ASN Kabupaten Batang juga memecahkan rekor di bidang lingkungan, yaitu pengumpulan minyak jelantah terbanyak yang nantinya akan didaur ulang. Ini bentuk keberhasilan mengelola limbah menjadi sumber ekonomi sirkular,” ungkapnya.
Keistimewaan hari ini bertambah ketika Sri Widayanti menegaskan bahwa Tari Babalu bukan sekadar rekor nasional. Atas instruksi langsung dari Ketua Umum MURI Jaya Suprana, tarian asli Batang ini dikukuhkan sebagai rekor dunia.
Piagam penghargaan tersebut dianugerahkan dengan bangga kepada Bupati Batang M. Faiz Kurniawan dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang Faelasufa Faiz Kurniawan atas kontribusi nyata mereka dalam menggerakkan massa dan menjaga kearifan lokal.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, pemecahan rekor ini bukan sekadar angka, melainkan bukti kekompakan warga, ASN, hingga para siswa.
“Ini bukan langkah kecil, ini adalah langkah besar. Saya bisa melihat semangat dari adik-adik semuanya yang menari Tari Babalu pagi hari ini,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi spontan yang humanis, Faiz menjanjikan hadiah spesial bagi para pelajar yang terlibat. Sambil bercanda namun serius, ia meminta para guru mencatat nama-nama peserta.
“Saya ingin memberikan hadiah khususnya buat adik-adik, tolong para gurunya dicatat nama-namanya, nanti saya kasih hadiah es krim semuanya. Ini adalah kado terindah untuk HUT Ke-60 Kabupaten Batang,” pungkasnya.
Perayaan hari jadi kali ini sukses membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan, limbah dapur bisa menjadi prestasi, dan gerak tari tradisional bisa menggetarkan dunia. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura







