Batang – teraspanturanews.com Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan pada anak dan remaja menjadi perhatian tenaga medis di Kabupaten Batang. Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Tan Evi Susanti, mengingatkan pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.
Menurutnya, anak-anak sebenarnya tetap boleh mengonsumsi minuman atau makanan manis. Namun, jumlahnya harus diperhitungkan agar tidak berlebihan.
“Boleh minum teh manis, tapi harus dihitung. Kalau sudah minum teh manis, jangan ditambah lagi permen atau makanan manis lain. Jangan bertumpuk-tumpuk,” katanya saat ditemui di RSUD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (11/2/2026).
Dijelaskannya, dalam konsep gizi seimbang, asupan gula, garam, lemak, hingga protein memiliki takaran harian yang perlu diperhatikan. Banyak orang tua maupun anak belum menyadari bahwa kandungan gula dan lemak kerap tersembunyi dalam berbagai jenis jajanan.
“Jadi kita tahu porsinya sehari proteinnya berapa, lemaknya berapa, itu semua ada aturannya. RSUD Batang menemukan kasus diabetes pada anak, terutama diabetes tipe 2 yang umumnya dipicu obesitas,” jelasnya.
Diabetes ada. Biasanya yang tipe 2 ini didapat karena obesitas. Ini juga ada kasusnya dan masih program penurunan berat badan. Setelah berat badan turun, kadar gula darahnya membaik. Selain itu, terdapat pula pasien diabetes bawaan yang membutuhkan pengawasan ketat serta terapi insulin secara rutin.
“Untuk rentang usia, kasus diabetes pada anak di Batang bahkan ditemukan sejak umur 10 tahun hingga remaja 14 tahun. Sementara kasus yang berkaitan dengan obesitas ada pula pada usia sekitar 17 tahun. Ada empat kasus usia 10 sampai 14 tahun. Yang karena obes kemudian menjadi kencing manis juga ada,” ungkapnya.
Ia berharap, edukasi mengenai gizi seimbang terus digencarkan, baik kepada orang tua maupun anak, agar kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dapat dikendalikan sejak dini. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura







