Kamis, April 9, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Kisah Inspiratif Mualaf Prof. Dr. Menachem Ali: Transformasi Intelektual dari Filolog Menuju Pendakwah Islam Yang Moderat Dan Revisionis

teraspanturanews.com

by Redaksi
April 9, 2026
in Berita, Pendidikan
0
Kisah Inspiratif Mualaf Prof. Dr. Menachem Ali: Transformasi Intelektual dari Filolog Menuju Pendakwah Islam Yang Moderat Dan Revisionis
Kisah Inspiratif Mualaf Prof. Dr. Menachem Ali: Transformasi Intelektual dari Filolog Menuju Pendakwah Islam Yang Moderat Dan Revisionis
Kisah Inspiratif Mualaf Prof. Dr. Menachem Ali: Transformasi Intelektual dari Filolog Menuju Pendakwah Islam Yang Moderat Dan Revisionis
Kisah Inspiratif Mualaf Prof. Dr. Menachem Ali: Transformasi Intelektual dari Filolog Menuju Pendakwah Islam Yang Moderat Dan Revisionis
4
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Surabaya,—teraspanturanews.com  Nama Menachem Ali mungkin belum begitu dikenal luas, namun perjalanan hidupnya menyimpan kisah inspiratif tentang pencarian kebenaran yang dilandasi kedalaman intelektual dan keteguhan hati. Sebagai seorang pakar filologi yang terbiasa menelaah naskah-naskah kuno, ia mengalami titik balik besar dalam hidupnya ketika memutuskan memeluk Islam pada Agustus 2005, setelah melalui proses panjang pencarian spiritual. Surabaya, 8 April 2026

Lahir di Gresik, Jawa Timur, Ali telah menunjukkan kecerdasan akademik sejak muda. Ia menempuh pendidikan di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, dengan fokus pada Filologi dan Sastra Indonesia. Karier akademiknya pun berkembang hingga menjadi dosen di Fakultas Ilmu Budaya. Keahliannya mencakup berbagai bahasa, seperti Ibrani, Arab, Yunani, Inggris, Prancis, Latin, Sanskerta, hingga Madura, yang membantunya mendalami teks-teks keagamaan dan manuskrip kuno secara komprehensif.

Dalam perjalanannya, Ali aktif terlibat dalam diskusi lintas agama. Salah satu momen penting terjadi saat ia berdebat dengan KH Abdullah Wasian mengenai isu-isu teologis. Meski saat itu belum memeluk Islam, pengalaman tersebut memicu refleksi mendalam dan mendorongnya untuk terus mengkaji ajaran yang ia yakini. Ia mulai menemukan berbagai pertanyaan mendasar, termasuk terkait perbedaan jumlah kitab dalam tradisi yang dianutnya saat itu.

Sebagai seorang filolog, Ali memandang filologi sebagai “pisau” untuk meracik dan mengurai makna dalam teks. Ia menegaskan bahwa bahasa tidak pernah bebas nilai, melainkan selalu terikat dengan aspek sosial, budaya, politik, dan kewilayahan. Bahasa juga menjadi penanda identitas, namun pada saat yang sama tidak memiliki agama. Karena itu, seorang filolog dituntut memahami secara mendalam data dan dokumen yang diteliti. Untuk memperoleh data yang valid, diperlukan usaha besar, termasuk melakukan kunjungan dan penelitian ke berbagai negara, yang tidak jarang membutuhkan biaya dan dedikasi tinggi.

Setelah melalui proses pemikiran yang matang dan perbandingan terhadap berbagai ajaran, Ali akhirnya menemukan keyakinan baru dalam Islam. Ia melihat Al-Qur’an sebagai kitab yang utuh dan konsisten, yang menjawab kegelisahan intelektualnya. Keputusan untuk menjadi mualaf bukanlah langkah instan, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang penuh pertimbangan ilmiah dan spiritual.

Dalam kehidupan bermasyarakat, Ali melihat adanya dua corak besar: masyarakat akademis berbasis riset dan masyarakat agamis yang cenderung berbasis doktrin emosional. Di titik inilah filolog berperan sebagai sarjana revisionis yang kerap berhadapan dengan kalangan tradisionalis. Oleh karena itu, menurutnya, filologi menuntut penguasaan ilmu ortografi serta kelengkapan data fisik, mulai dari transkrip kuno, modern, hingga kontemporer. Ia juga menyampaikan bahwa koleksi perpustakaan pribadinya sangat lengkap, mencakup Al-Qur’an dalam berbagai terjemahan dan bahasa—seperti Jawa, Ibrani, Semit, hingga versi Arab tanpa harakat—yang menjadi rujukan penting dalam kajian ilmiahnya.

Wawasan tersebut terungkap dalam dialog ringan namun mendalam bersama jurnalis AS Saeful Husna dari teraspanturanews.com, yang berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, di kediaman beliau di Perumahan Dosen UNAIR, Jalan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Percakapan berlangsung hangat dan penuh perspektif baru, menggali sisi intelektual sekaligus spiritual Prof. Menachem Ali dalam melihat relasi antara ilmu, bahasa, dan keyakinan.

Pasca memeluk Islam, Muhammad Ali tetap melanjutkan kiprahnya sebagai akademisi sekaligus aktif berdakwah. Dengan latar belakang filologi, ia menyampaikan kajian keislaman melalui pendekatan ilmiah berbasis teks dan sejarah. Ia juga sering terlibat dalam forum keagamaan dan memberikan pemahaman yang rasional serta mendalam kepada masyarakat.

Keunikan Muhammad Ali terletak pada kemampuannya menggabungkan ilmu pengetahuan dengan dakwah. Ia tidak hanya berbicara dari sisi keimanan, tetapi juga menghadirkan analisis kritis terhadap naskah dan sejarah agama. Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa pencarian kebenaran adalah perjalanan yang terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang.

Perjalanan Menachem Ali menjadi pengingat bahwa kejujuran intelektual, keberanian, dan ketekunan dapat mengantarkan seseorang pada hidayah. Dari seorang akademisi yang mendalami tradisi non-Islam, ia kini menjadi sosok pendakwah yang menginspirasi, membawa manfaat melalui perpaduan ilmu dan spiritualitas.( AS Saeful Husna Kabiro Batang Jateng)

Salam Teras Pantura

SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
RAT 2025 Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya Catat Lompatan Kinerja, Laba Naik 133 Persen

RAT 2025: Momentum Kebangkitan dan Semangat Baru Anggota Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya

Februari 20, 2026

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Kisah Inspiratif Mualaf Prof. Dr. Menachem Ali: Transformasi Intelektual dari Filolog Menuju Pendakwah Islam Yang Moderat Dan Revisionis

Kisah Inspiratif Mualaf Prof. Dr. Menachem Ali: Transformasi Intelektual dari Filolog Menuju Pendakwah Islam Yang Moderat Dan Revisionis

April 9, 2026
Ruas Sambong Mulai Dibeton, Jalan Pekalongan–Batang–Plelen Makin Mulus

Ruas Sambong Mulai Dibeton, Jalan Pekalongan–Batang–Plelen Makin Mulus

April 7, 2026
Telusuri Sejarah Makam Astana Pasekaran, Perlu Kajian Mendalam

Telusuri Sejarah Makam Astana Pasekaran, Perlu Kajian Mendalam

April 7, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In