Pekalongan – teraspanturanews.com. Kegiatan konsolidasi yang diadakan oleh perhimpunan para pegiat sosial Pekalongan Raya, khususnya bagi kota dan kabupaten di bagian timur, bertujuan untuk meningkatkan kinerja para pegiat sosial dalam memberikan layanan sosial kemasyarakatan dan sosial kemanusiaan di masing-masing kantor cabang pembantu. Acara yang digelar di Parkside Mandarin Hotel Pekalongan pada 6 Mei 2025 ini berhasil menarik lebih dari 50 peserta yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Rakiman Budi Sukamto, S. Sos, yang merupakan Ketua Korda 7, menyampaikan arahan penting kepada para peserta. Dalam sesi ini, ia mengajak seluruh audiens untuk terus membangun karakter positif dan konstruktif yang dapat menghasilkan keputusan yang berdampak positif bagi masyarakat. Rakiman mengutip beberapa konsep penting, seperti Smarter, yang dapat diartikan sebagai upaya untuk selalu meningkatkan kualitas diri dalam setiap aspek kehidupan, serta Faster, yang mengajak kita untuk lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi tujuan kita.
Selain itu, Rakiman juga membahas tentang konsep hidup Better, yang mengandung makna untuk terus berupaya memperbaiki kualitas hidup, baik dalam hal profesionalisme maupun dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat. “Setiap langkah yang kita ambil harus memperhatikan prinsip keberlanjutan dan kualitas,” ujarnya, sembari menekankan pentingnya semangat perubahan yang konstruktif untuk masa depan yang lebih baik.
Rakiman juga mengulas mengenai semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan menekankan bahwa setiap gerakan dalam dunia sosial harus berlandaskan pada asas pendidikan. “Setiap kita adalah pendidik, dan kemajuan bangsa sangat bergantung pada peran kita di masyarakat,” jelasnya. Hal ini, menurutnya, menjadi prioritas utama, karena pembinaan karakter akan menjadi jembatan harapan perbaikan untuk masa depan.
Dalam kesempatan ini, Rakiman juga mengutip trilogi pendidikan yang diajukan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karsa, tutwuri handayani. Makna dari pepatah ini adalah bahwa setiap pemimpin atau pendidik harus memberikan teladan yang baik, membangun semangat kerja sama di tengah masyarakat, dan memberikan dorongan serta dukungan kepada orang lain untuk maju.
Senada dengan pernyataan Rakiman, Banon Prakoso, Wakil Ketua Korda, juga menekankan pentingnya prinsip kesadaran dalam menjalankan amanah. Banon menyampaikan bahwa hidup ini terus bergulir dan berkembang, dan kita harus selalu siap menghadapi perubahan. Ia mengingatkan agar setiap individu tidak mudah terkejut atau cemas dengan perubahan yang terjadi, melainkan harus bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya, tanpa membebani diri dengan keluh kesah.
Acara ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan memperluas jaringan kerja antar pegiat sosial di Pekalongan Raya. Dengan semangat yang sama, para peserta diharapkan bisa lebih efektif dalam memberikan layanan sosial kepada masyarakat, menciptakan perubahan yang positif, serta membangun masa depan yang lebih baik melalui kerja sama yang kuat dan berkelanjutan. (AS Saeful Husna kabiro Batang)
Salam Teras Pantura









