Batang – teraspanturanews.com Perkembangan industri pariwisata di daerah memberikan prospek yang baik dan bisa dijadikan andalan sumber lapangan kerja baru. Setelah melakukan kajian, Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Akuntansi Perpajakan Sekolah Vokasi Undip menyimpulkan apabila pendapatan daerah dari obyek pariwisata dikelola dengan profesional dan didukung partisipasi masyarakat, maka akan terjadi perputaran ekonomi maksimal.
Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Akuntansi Perpajakan Sekolah Vokasi Undip, Retno Dwi Irianto menerangkan, perlunya sinergi yang baik antara pemangku kebijakan dengan instansi terkait agar destinasi wisata dikelola secara professional. Kabupaten Batang memiliki obyek wisata yang beragam dan berpotensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita punya pantai, plabuhan, peninggalan situs Balekambang dan daerah penyangga utama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis. Sehingga berpeluang dalam pengembangan industri pariwisata di wilayah Batang Timur,” katanya, saat menggelar pembinaan pajak & retribusi daerah, di Aula Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Senin (26/1/2026).
Sesuai Perda Kabupaten Batang nomor 08/2023 memberikan mandat bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan industri pariwisata daerah dengan, pengelolaan obyek pariwisata secara profesional, transparan dan akuntabel.
“Partisipasi masyarakat juga sangat diperlukan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya pariwisata daerah dengan kesadaran tinggi membayar retribusi. Berdasarkan data dari BPKPAD kontribusi retribusi pariwisata menyumbang sekitar Rp2,4 – Rp3,7 miliar bagi PAD dalam 5 tahun terakhir,” tandasnya. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura








