Batang – Warga Kabupaten Batang berbondong-bondong mendatangi pasar murah, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan pokok yang lebih murah.
Pasar murah dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki yang hadir selama dua hari pada 4 hingga 5 Desember 2024 di Batang dan Bandar.
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, gerakan pasar murah dihadirkan secara rutin. Apalagi menjelang hari besar mendekati Natal dan Tahun Baru yang dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat.
“Sehingga kita galangkan pasar murah ini yang harganya pasti lebih murah dari biasanya, karena mendapatkan subsidi dari Bank Indonesia untuk biaya transportnya,” katanya saat meninjau Pasar Murah di halaman Pendapa, Kabupaten Batang, Rabu (4/12/2024).
Kondisi itu menimbulkan banyaknya warga yang berbondong-bondong datang untuk membeli kebutuhan pokok. Untuk harga beras dijual dengan harga Rp58 ribu per 5 Kg, telur dijual dengan harga Rp23 ribu per Kg, cabai keriting dijual dengan harga Rp20 ribu per Kg, bawang merah dijual dengan harga Rp26 ribu per Kg, dan aneka sayuran dijual dengan harga terjangkau.
“Merujuk Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Batang dibulan November 2024 mencapai 0,03 persen rilis dari data BPS Batang yang artinya inflasi cukup terkendali dan stok dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Lani berharap, semoga hadirnya pasar murah dapat membantu daya beli masyarakat khususnya Guwosari terhadap kebutuhan pokok rumah.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Batang Suwanto menyampaikan, bahwa pasar murah tersebut menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga distributor sehingga lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.
“Total ada satu ton persediaan dari masing-masing bahan pokok seperti beras, telur, bawang merah, cabai keriting, dan aneka sayuran,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan bertujuan untuk menekan potensi kenaikan harga bahan pokok yang umumnya terjadi jelang libur panjang akhir tahun.
“Meskipun inflasi Kabupaten Batang relatif terkendali, libur panjang sering memicu lonjakan harga. Melalui pasar murah ini, kami berharap masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan harga terjangkau,” ujar dia.
(AS Saeful Husna teraspanturanews.com bersama MC Batang)
Salam Sehat Cerdas Manusiawi
Salam Teras Pantura








