BATANG, POJOKBACA.ID – Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, melakukan peninjauan langsung ke lokasi dua jembatan yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Tersono, Selasa, 21 Januari 2025.
Peninjauan ini bertujuan untuk memahami situasi di lapangan sekaligus mencari solusi cepat guna mengatasi dampak bencana yang melanda wilayah tersebut.
Saat kunjungan, Lani mengutamakan tinjauan ke Jembatan Kali Belo. Jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat menuju sekolah, pasar, kantor, dan aktivitas lainnya.
Namun, akibat banjir bandang, jembatan tersebut mengalami kerusakan parah sehingga akses masyarakat terputus total.
“Saat kami tinjau tadi, kami lihat Jembatan Kali Belo dulu. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses masyarakat untuk ke sekolah, pasar, kantor, dan aktivitas lainnya. Dengan putusnya jembatan ini, akses tersebut pun terputus. Masyarakat tidak bisa melakukan aktivitasnya, kalau pun terpaksa harus memutar lewat Desa Kebumen – Desa Surodadi, yang akhirnya macet,” ujar Lani.
Sebagai solusi sementara, Pemkab Batang berencana membangun jembatan darurat menggunakan jembatan baily yang dipinjam dari provinsi. Menurut Lani, koordinasi telah dilakukan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Provinsi Jawa Tengah.
Saya sudah koordinasi dengan Kepala Dinas DPU PR Provinsi untuk pinjam jembatannya. DPUPR-Batang akan mengambil besi itu besok, Rabu, 23 Januari, untuk membuat jembatan sementara. Masyarakat bisa melewati meskipun hanya sepeda motor, mobil belum bisa, tapi minimal tidak terputus sama sekali,” jelasnya.
Selain Jembatan Kali Belo, Jembatan Gantung Merah Putih yang menghubungkan Desa Kranggan dan Desa Kebumen juga mengalami kerusakan serius pada bagian pondasinya. Lani menyebutkan bahwa sebagian pondasi jembatan ini telah tergerus oleh arus air yang deras.
“Pondasi jembatan ini sebagian sudah tergerus. Kami segera atasi dengan membangun bronjong kawat untuk menahan agar tanah tidak tergerus. Setelah bronjong terpasang, arus kali bisa dialihkan dan kita akan membangun pondasi yang tergerus,” tambahnya.
Saat ini, Pemkab Batang belum melakukan penghitungan kerugian materi secara rinci. Fokus utama tetap pada penanganan sementara untuk memulihkan akses dan fasilitas umum bagi masyarakat.
“Yang kita pikirkan saat ini adalah penanganan sementara agar sarana jembatan atau yang lainnya bisa dilewati lagi oleh masyarakat. Nah, nanti akan kita hitung. Sampai hari ini, semoga tidak ada korban jiwa,” ujar Lani.
Bencana yang terjadi pada Senin malam, 20 Januari 2025, memicu berbagai kejadian seperti tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang, dan jalan yang terputus. Lani menegaskan bahwa pihaknya tengah menginventarisasi kerusakan dan melakukan penanganan segera.
“Ada beberapa kejadian seperti tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang, dan jalan putus. Kami akan inventarisir dan segera diadakan penanganan sementara agar jalan, jembatan, dan sarana umum lainnya bisa segera dipakai,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Batang telah menyiapkan tempat pengungsian di berbagai lokasi seperti masjid, mushola, sekolah, dan balai desa. Selain itu, dapur umum didirikan untuk menyediakan kebutuhan makanan bagi warga yang terdampak.
“Kami menyiapkan tempat pengungsian seperti masjid, mushola, sekolah, dan balai desa untuk digunakan jika ada yang perlu diungsikan. Alhamdulillah, tidak ada korban yang perlu dievakuasi. Dapur umum kita dirikan di lokasi tertentu untuk membantu makanan masyarakat yang sempat mengungsi karena rumahnya kebanjiran seperti di Kelurahan Karangasem Utara dan sekitarnya,” kata Lani.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Lani berharap situasi dapat segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan banjir atau longsor susulan. Semua pihak, termasuk pemerintah desa dan kecamatan, harus sigap memberikan informasi dan bantuan jika situasi memburuk,” ungkapnya.
Dalam menghadapi bencana ini, Lani menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Koordinasi yang baik dianggap menjadi kunci dalam menangani dampak bencana secara efektif.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak. Dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan yang turun langsung membantu masyarakat terdampak. Dengan sinergi ini, kami yakin semua kendala dapat diatasi dengan baik,” katanya.
Penjabat Bupati Batang juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Menurutnya, solidaritas masyarakat sangat penting untuk menghadapi situasi sulit seperti ini.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Batang berencana memberikan bantuan berupa sembako, perlengkapan kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka selama masa pemulihan.
“Kami akan berikan bantuan berupa sembako, obat-obatan, dan kebutuhan lain yang diperlukan. Kita semua harus saling mendukung agar bisa bangkit bersama dari musibah ini,” tutup Lani.
(AS Saeful Husna teraspanturanews.com bersama pojokbaca.id)
Salam Sehat Cerdas Manusiawi
Salam Teras Pantura







