Rabu, Februari 11, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Putus Rantai Talasemia, Pelajar SMAN 1 Bandar Diedukasi POPTI Batang

teraspanturanews.com

by Redaksi
Januari 24, 2026
in Berita
0
Putus Rantai Talasemia, Pelajar SMAN 1 Bandar Diedukasi POPTI Batang
1
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Batang – teraspanturanews.com Kecamatan Bandar kini menjadi sorotan utama dalam penanganan talasemia di Kabupaten Batang. Bukan tanpa alasan, wilayah ini mencatatkan angka kasus tertinggi, yakni 13 anak dari total 42 penyandang talasemia di seluruh kabupaten.

Angka ini menjadi alarm bagi para praktisi kesehatan untuk bergerak lebih masif ke akar rumput, khususnya menyasar generasi muda.
Menyikapi hal tersebut, Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang menggelar aksi “POPTI Go to School” di SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Jumat (23/1/2026). Langkah ini merupakan bagian dari misi besar mewujudkan Batang Zero Talasemia.
Memilih Jodoh Bukan Sekadar Cinta
Suasana ruang sosialisasi terasa hidup saat dua pakar dari RSUD Kalisari Batang, dokter anak Tan Evi Susanti dan dokter penyakit dalam Ibnu Mas’ud memaparkan materi.
Tan Evi Susanti mengatakan, fokus utama mereka adalah memberikan pemahaman bahwa talasemia bukan penyakit menular, melainkan penyakit genetika yang bisa dicegah lewat pilihan pasangan hidup.
“Edukasi ini sangat bermanfaat, karena memang Kecamatan Bandar merupakan kasus tertinggi talasemia di Batang. Jadi remaja kita bisa tahu bagaimana memilih pasangan hidup. Semoga penurunan angka talasemia makin nyata karena mereka bisa memilih pasangan yang minimal normal dengan pembawa sifat sebelumnya,” jelasnya.
Ia pun mengapresiasi antusiasme para siswa yang aktif saat sesi tanya jawab. Menurutnya, pemahaman siswa sudah sangat matang mengenai cara menentukan langkah jika nantinya mereka bertemu pasangan yang juga sesama pembawa sifat (carrier).
Senada dengan, Ibnu Mas’ud menekankan pentingnya edukasi tematik mengenai risiko kelahiran anak dengan talasemia mayor.
“Bahwa jika sesama pembawa sifat menikah, ada risiko sebesar 25% setiap kehamilan untuk melahirkan anak dengan talasemia mayor yang membutuhkan transfusi darah seumur hidup,” ungkapnya.
Satu-satunya jalan keluar yang paling efektif adalah melalui Skrining Hb Elektroforesis sejak duduk di bangku SMP atau SMA. Tes darah ini berfungsi mendeteksi hemoglobin abnormal yang tidak terlihat secara kasat mata, sehingga mata rantai genetik ini bisa diputus sejak dini sebelum pacaran atau menikah.
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Pembina PMR SMAN 1 Bandar Tegar Sulistya Sasongko berharap, para anggotanya tidak hanya menyerap ilmu untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan informasi keteman sekolahnya dan masyarakat.
“Kami berharap anak-anak PMR bisa menjadi relawan untuk memutus mata rantai bayi lahir dengan talasemia. Sebarkan ilmu yang didapat kepada teman, keluarga, dan tetangga agar mereka paham,” harapnya.
Sementara itu, Ketua POPTI Cabang Batang Nety Widjayanti mengungkapkan, bahwa kunjungan ke sekolah ini adalah yang pertama kalinya dilakukan.
Ia merasa perlu membedah data nasional yang kini mencapai 13.939 kasus, di mana Batang menyumbang 42 penyandang (15 dewasa dan 27 anak-anak).
“Tujuan kami jelas, memberikan pemahaman agar penyakit genetik ini bisa terputus. Melalui edukasi ke sekolah, kita menyiapkan generasi yang lebih sadar kesehatan demi masa depan Batang yang lebih baik,” ujar dia. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)

Salam Teras Pantura

SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang yang Jadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang yang Jadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Oktober 21, 2024

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis

Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis

Februari 11, 2026
TMMD Cepokokuning, Bangun Akses Ekonomi dan Wisata Desa

TMMD Cepokokuning, Bangun Akses Ekonomi dan Wisata Desa

Februari 11, 2026
Waspada Cuaca Ekstrem, Camat Subah Pimpin Operasi Pangkas Pohon di Jalur Pantura

Waspada Cuaca Ekstrem, Camat Subah Pimpin Operasi Pangkas Pohon di Jalur Pantura

Februari 11, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In