Batang -teraspanturanews.com Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Sambang Desa di Lapangan Desa Candi, Kecamatan Bandar, sebagai upaya mendekatkan layanan publik kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, berbagai layanan pemerintahan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan dibuka secara gratis bagi warga setempat.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan, bahwa tujuan utama program Sambang Desa adalah menghadirkan pelayanan langsung di tengah masyarakat tanpa harus datang ke kantor kecamatan atau ke pusat pemerintahan di Batang.
“Kami ingin layanan pemerintah tidak jauh dari rakyat. Yang biasanya harus ke kantor kecamatan atau ke Batang, kini cukup di desa saja,” katanya saat ditemui di Lapangan Desa Candi, Kabupaten Batang, Selasa (11/11/2025).
Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan langsung kepada pemerintah daerah. Faiz memastikan seluruh masukan akan ditindaklanjuti, baik secara cepat maupun bertahap.
“Kami ingin pemerintah tahu betul kebutuhan masyarakat, agar setiap kebijakan bisa tepat sasaran,” katanya.
Faiz juga menyoroti upaya Pemkab Batang dalam membangun sirkular ekonomi yang kuat dengan memanfaatkan potensi industri seperti Batang Industrial Park (BIP) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Ia menyebut, pemerintah telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Investasi yang memberikan insentif pajak tanah hingga 50 persen bagi pabrik yang mempekerjakan minimal 70 persen tenaga kerja lokal.
Meski begitu, ia mengakui masih banyak warga Batang yang belum terserap di sektor industri. Hingga kini, tercatat sekitar 28.000 orang masih menganggur. Namun, pemerintah optimistis situasi itu akan berubah dalam beberapa tahun ke depan.
“Saat ini sudah lebih dari 6.500 warga Batang terserap di industri. Kami memprediksi masa emas rekrutmen akan terjadi pada akhir 2027, ketika sekitar 40 pabrik beroperasi dan menyerap 70.000 hingga 100.000 tenaga kerja,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Batang meluncurkan Program Daker (Dapat Kerja) yang dirancang untuk mempersiapkan generasi muda agar siap bekerja di sektor formal. Masyarakat dapat mendaftar program ini melalui stand Daker di lokasi acara, kepala desa, camat, atau langsung ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
“Tujuannya jelas, agar tidak ada lagi pengangguran di Batang. Anak muda harus punya pekerjaan yang layak dan bergaji pasti,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai perekrutan tenaga kerja di kawasan industri yang dinilai lebih memprioritaskan perempuan, Faiz mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan untuk memberi peluang yang sama bagi laki-laki.
“Kami sedang negosiasi dengan industri agar kesempatan kerja tidak berat sebelah. Ini perlu waktu, tapi pemerintah hadir untuk memastikan keadilan,” tegasnya.
Salah satu warga, Slamet Faizin menyampaikan, keluhan mengenai rendahnya peluang kerja bagi laki-laki di kawasan industri sekitar Desa Candi.
Menurutnya, banyak pemuda lokal yang sudah berulang kali melamar tetapi tidak diterima dengan alasan “tidak ada lowongan untuk pria.” terangnya.
“Kami berharap, pemerintah bisa memberikan rekomendasi agar pemuda desa kami juga diberi kesempatan bekerja di pabrik,” ujar dia. (AS Saeful Husna kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura








