Batang –teraspanturanews.com Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang asri dan berwawasan masa depan di Kabupaten Batang berbuah manis. Di bawah kepemimpinan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, komitmen Pemerintah Kabupaten Batang terhadap pelestarian lingkungan hidup mendapat pengakuan tinggi di tingkat nasional.
Puncaknya terjadi pada 10 Desember 2025 lalu di Sasono Utomo TMII, Jakarta. Lima sekolah di Batang resmi diganjar penghargaan Adiwiyata oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup atas keberhasilan mereka membangun ekosistem pendidikan yang ramah lingkungan.
Tahun 2025 menjadi catatan sejarah bagi dunia pendidikan di Batang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto mengungkapkan, rasa syukurnya atas pencapaian yang terus meningkat ini.
“Jadi untuk Kabupaten Batang, alhamdulillah di tahun 2025 kemarin kita memperoleh penghargaan untuk Sekolah Adiwiyata yang dicapai di Kabupaten Batang. Itu ada tiga sekolah yang mendapatkan Adiwiyata Tingkat Nasional, kemudian dua sekolah yang mendapatkan Adiwiyata Mandiri,” katanya saat ditemui di Kantor DLH Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13/1/2026).
Adapun sekolah-sekolah yang berhasil mengharumkan nama Batang adalah:
*Adiwiyata Mandiri (Kasta Tertinggi): SDN Kenconorejo 01 dan SDN Ponowareng 01 Kecamatan Tulis.
*Adiwiyata Nasional: SDN Tulis 01 Kecamatan Tulis, SDN Ujungnegoro 02 Kandeman, dan SMP Negeri 1 Limpung.
Meraih penghargaan Adiwiyata bukanlah perkara mudah. Rusmanto menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya dilihat dari seberapa hijau atau sejuknya sekolah tersebut, melainkan adanya kebijakan yang terstruktur.
“Adiwiyata itu ada beberapa indikator untuk proses penilaian. Yang pertama adalah kebijakan berwawasan lingkungan. Artinya dari sekolah sendiri juga sudah ada visi-misi dari masyarakat sekolah itu sendiri untuk membuat upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di sana,” jelasnya.
Keterlibatan aktif siswa dalam memilah sampah dan materi pembelajaran berbasis lingkungan menjadi poin kunci. Hal ini sejalan dengan harapan Bupati agar sekolah menjadi tempat yang nyaman.
“Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di Batang untuk membangun budaya cinta lingkungan yang melekat pada pribadi setiap siswa,” harapnya.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara komitmen pimpinan sekolah, pendampingan dari Pemerintah Kabupaten, serta dukungan sektor swasta.
Rusmanto mengakui bahwa kehadiran perusahaan yang peduli lingkungan turut mempercepat capaian ini. Termasuk yang mendapatkan Adiwiyata Mandiri ini adalah binaan dari salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Batang, yaitu BPI (PLTU Batang).
“Melalui pendampingan yang menyasar guru, siswa, hingga orang tua, Kabupaten Batang berhasil memecahkan rekor setelah tahun-tahun sebelumnya hanya bertahan di tingkat provinsi,” ujar dia.
Dengan lima penghargaan bergengsi ini, Batang kini memantapkan posisinya sebagai daerah yang serius mencetak generasi Indonesia yang peduli terhadap bumi. (Aas Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura







