Kamis, Februari 19, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Tahun 2024, Produksi Padi di Batang Turun 4,39 Persen

teraspanturanews.com

by Redaksi
Maret 13, 2025
in Berita
0
Tahun 2024, Produksi Padi di Batang Turun 4,39 Persen
Tahun 2024, Produksi Padi di Batang Turun 4,39 Persen
1
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Batang – Kabupaten Batang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar dalam produksi padi. Pertanian di wilayah ini menjadi sektor utama yang menopang perekonomian masyarakat. Pada tahun 2024, produksi padi di Kabupaten Batang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Publikasi Berita Resmi Statistik (BRS) No. 17/03/33/Th. XIX, 3 Maret 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa luas panen padi di Kabupaten Batang tahun 2024 diperkirakan mencapai sekitar 25,54 ribu hektare, mengalami penurunan sebanyak 1,15 ribu hektare atau turun 4,32 persen dibandingkan luas panen padi tahun 2023 yaitu sebesar 26,69 ribu hektare.
Kepala BPS Batang Heni Djumadi mengatakan, produksi padi tahun 2024 diperkirakan mencapai sebesar 139,93 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 6,43 ribu ton GKG atau turun 4,39 persen dibandingkan produksi padi di tahun 2023 yang sebesar 146,35 ribu ton GKG. Produksi beras tahun 2024 yaitu sebesar 80,47 ribu ton mengalami penurunan sebanyak 3,69 ribu ton atau turun 4,39 persen dari tahun 2023 yaitu sebesar 84,16 ribu ton.
“Penurunan produksi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk fenomena El Niño yang berdampak pada mundurnya musim tanam karena kurang curah hujan. Akibatnya, musim panen diperkirakan mundur ke Maret-April 2024. Bergesernya musim tanam dapat digambarkan amatan Kerangka Sampel Area (KSA) di Kabupaten Batang yang dilaksanakan secara rutin di tujuh hari setiap akhir bulan,” katanya saat ditemui di Kantor BPS Batang, Kabupaten Batang, Rabu (12/3/2025).
Meskipun mengalami penurunan, produksi padi di Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Batang, tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan pangan nasional. Pada akhir tahun 2024, produksi padi di Jawa Tengah mencapai 8.891.297 ton, dengan luas panen 1.554.777 hektare, menyumbang sekitar 16-17 persen dari kebutuhan pangan nasional.
“Kerangka Sampel Area (KSA) merupakan pendekatan berbasis pengamatan dengan metode pengamatan produksi padi yang berbasis citra satelit dan survei lapangan. Metode ini untuk meningkatkan akurasi data produksi padi,” jelasnya.
Beberapa tahapan dalam metode KSA meliputi : pemantauan pertumbuhan padi menggunakan citra satelit dan pengamatan langsung di lapangan, penentuan luas panen berdasarkan titik sampel yang telah ditetapkan, estimasi hasil produksi dengan mengkombinasikan data pengamatan dan analisis spasial. Keunggulan Metode KSA salah satunya dapat memberikan data yang lebih akurat tentang luas panen dan produksi padi di suatu wilayah dibandingkan metode konvensional.
Heni Djumadi juga menyebutkan, sejak 2018 metode KSA digunakan untuk penghitungan luas panen padi. Luas panen padi dihitung berdasarkan pengamatan yang objektif (objective measurement) menggunakan metodologi KSA yang dikembangkan oleh BPPT dan BPS. Sampai saat ini, metodologi KSA menggunakan 25.577 sampel segmen dengan lahan berbentuk bujur sangkar berukuran 300 m x 300 m (9 hektare) dan lokasi yang tetap. Saat ini, total titik amatan Survei KSA dalam satu bulan mencapai 230.193 titik amatan.
“Setiap bulan, masing-masing sampel segmen diamati secara visual di sembilan titik dengan menggunakan HP berbasis android sehingga dapat diamati kondisi pertanaman di sampel segmen tersebut diantaranya persiapan lahan, fase vegetatif awal, fase vegetatif akhir, fase generatif, fase panen, potensi gagal panen, lahan pertanian ditanami selain padi, dan bukan lahan pertanian. Hasil amatan kemudian difoto dan dikirimkan ke server pusat untuk diolah,” terangnya.
Pengamatan yang dilakukan setiap bulan memungkinkan perkiraan potensi produksi beras untuk 3 (tiga) bulan ke depan dapat disediakan, sehingga dapat digunakan sebagai basis perencanaan tata kelola beras yang lebih baik.
“Sedangkan estmasi angka produktvitas padi diperoleh dari Survei Ubinan. Sejak tahun 2018, BPS menggunakan hasil Survei KSA dalam penentuan sampel ubinan. Penggunaan basis KSA dalam menentukan sampel ubinan bertujuan mengurangi risiko lewat panen (non-response)
Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan metode ubinan dan KSA, produksi padi di Kabupaten Batang mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi cuaca, hama tanaman, ketersediaan air irigasi, dan penerapan teknologi pertanian. Secara umum, wilayah dengan sistem irigasi yang baik cenderung memiliki hasil panen lebih tinggi dibandingkan daerah yang bergantung pada curah hujan.
“Selain itu, penggunaan benih unggul, pupuk yang sesuai, serta penerapan metode pertanian berkelanjutan juga berperan dalam meningkatkan produksi padi. Pemerintah daerah bersama Dinas Pertanian setempat terus melakukan pendampingan kepada petani agar produksi padi tetap optimal,” imbuhnya.
Untuk memperoleh produksi padi dengan metode ubinan yaitu estimasi produksi dengan sampel lapangan yang digunakan untuk memperkirakan hasil panen padi di suatu lahan dengan cara mengambil sampel petak ubinan yang berukuran 2,5 m × 2,5 m (6,25 m²). Dengan dukungan teknologi dan inovasi, diharapkan produksi padi di Kabupaten Batang terus meningkat guna mendukung ketahanan pangan nasional.

(AS Saeful Husna teraspanturanews.com bersama MC Batang Jateng)

Salam Sehat Cerdas Manusiawi
Salam Teras Pantura

SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang yang Jadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang yang Jadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Oktober 21, 2024

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Petinju Batang Fachry Elang Sabet Medali Perunggu di Kejurnas U-23 Jakarta

Petinju Batang Fachry Elang Sabet Medali Perunggu di Kejurnas U-23 Jakarta

Februari 19, 2026
Misi Mencetak Sejarah: Basket Batang Bidik Kawinkan Emas di Porprov Jateng 2026

Misi Mencetak Sejarah: Basket Batang Bidik Kawinkan Emas di Porprov Jateng 2026

Februari 19, 2026
Jaga Kamtibmas Selama Ramadan, Kapolres Batang Larang Keras Petasan dan Perang Sarung

Jaga Kamtibmas Selama Ramadan, Kapolres Batang Larang Keras Petasan dan Perang Sarung

Februari 19, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In