Batang – teraspanturanews.com Sudah lebih dari dua pekan, Laut Jawa menyimpan misteri yang menyayat hati 14 keluarga di Kabupaten Batang. Kapal penangkap ikan KM Rizky Mina 3 dengan 14 awak asal Batang seakan ditelan gelombang sejak Selasa (11/11/2025).
Hingga Rabu, (3/12/2025), nasib para pelaut tersebut masih gelap. Merespons tragedi ini, Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya memberikan dukungan dan kejelasan, meskipun pencarian secara formal telah dihentikan.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyampaikan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Ia mengakui adanya batasan waktu dalam operasi SAR.
“Jadi, kita sudah berkoordinasi dengan Basarnas dan pihak-pihak terkait. Tapi memang secara formil, SOP kan memang sudah dihentikan karena memang SOP-nya itu 7 hari proses pencarian,” katanya saat ditemui usai Sambang Desa di Lapangan Desa Selokarto, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Rabu (3/12/2025).
Meskipun demikian, Bupati memastikan bahwa pencarian secara informal tetap berjalan. Pihaknya berencana untuk bertemu langsung dengan keluarga korban sebagai bentuk dukungan moral dan materiil.
“Kita kemarin sudah nyari dengan Basarnas, dengan Polair, dan lain sebagainya. Sampai sekarang memang belum ketemu, tetapi secara informal pencarian itu tetap berjalan. Oleh sebab itu nanti jam 3 saya mau undang keluarganya ke kantor. Kita doakan bersama sekaligus kita bantu kebutuhannya sementara sambil menunggu tulang punggung keluarganya itu segera ketemh,” jelasnya.
Mengenai status kapal dan awaknya, seorang pejabat di lapangan membenarkan bahwa kapal tersebut berangkat dari Batang dan sebagian besar ABK-nya juga dari Batang, mengindikasikan bahwa mereka adalah nelayan tradisional.
Kabar buruk ini pertama kali dibenarkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang Teguh Tarmujo. Kekhawatiran kian memuncak karena tidak ada satu pun sinyal atau informasi yang didapat.
“Belum ada kabarnya hingga hari ini. Komunikasi terakhir kapal bernomor 1531/FP itu terjadi beberapa jam setelah KM Rizky Mina 3 bertolak dari Pelabuhan Batang pada pukul 05.00 WIB, menuju fishing ground di utara Laut Jawa. Nahkoda kapal, Rochidin, sempat berbincang melalui radio dengan Nahkoda KM Putra Mandiri, Imam Budi Santoso,” terangnya.
Dari laporan Pak Imam ini, kontak terakhir terjadi pada Selasa 11 November 2025, sekitar pukul 17.30 WIB. Hanya satu jam setelah percakapan itu, Nahkoda KM Putra Mandiri mencoba menghubungi kembali, namun hasilnya nihil. Kapal sudah senyap. Posisi terakhir kapal diperkirakan sekitar 53 mil laut di utara perairan Kabupaten Pemalang.
“Kami berharap seluruh ABK dalam kondisi selamat dan segera ditemukan. Semua ABK berasal dari Kabupaten Batang, sebagian besar dari daerah Klidang Lor,” pungkasnya. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)
Salam Teras Pantura







