Indramayu,16 Juni 2026— teraspanturanews.com Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Ws. Gunadi Prabuki, S.Pd., M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pesantren Al-Zaytun saat menghadiri perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar di lingkungan pesantren tersebut pada Selasa (16/6/2026).
Dalam sambutannya, Gunadi mengaku terkesan setelah melihat secara langsung perkembangan dan semangat pendidikan yang dibangun Al-Zaytun. Menurutnya, kenyataan yang ia saksikan jauh melampaui gambaran yang selama ini ia dengar tentang pesantren tersebut.
“Saya ingin memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Al-Zaytun. Apa yang saya lihat hari ini sungguh menginspirasi, terutama bagi kami umat Khonghucu yang merupakan kelompok minoritas di Indonesia,” ujarnya di hadapan para tamu undangan, santri, dan pengurus pesantren.
Gunadi menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban. Dalam pandangan Khonghucu, katanya, masyarakat yang tertib, beradab, dan maju hanya dapat diwujudkan melalui pendidikan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kesejahteraan ekonomi memang penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Namun setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, pendidikan harus menjadi prioritas agar masyarakat mampu berkembang secara intelektual dan moral.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan pesan khusus kepada para santri dan generasi muda agar berani memanfaatkan setiap peluang yang ada. Ia mengingatkan bahwa banyak orang pada masa tua lebih menyesali kesempatan yang tidak pernah dicoba daripada kegagalan yang pernah dialami.
“Kebanyakan orang tidak menyesali apa yang pernah mereka lakukan lalu gagal. Yang sering disesali justru hal-hal yang tidak pernah mereka coba lakukan ketika kesempatan itu datang,” katanya.
Mengangkat tema Memperkokoh Persatuan untuk Kemandirian Bangsa Dalam Menjawab Tantangan Global, Gunadi menilai persatuan merupakan syarat mutlak bagi kemajuan Indonesia. Ia mengutip ajaran klasik Khonghucu yang menyatakan bahwa manusia berbudi luhur mampu hidup rukun meskipun berbeda, sedangkan mereka yang rendah budinya sering kali sulit hidup rukun meskipun berada dalam kesamaan.
Lebih lanjut, Gunadi menyatakan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Menurutnya, bangsa ini tidak akan mengalami kemunduran karena kekurangan sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah dan potensi besar untuk menjadi bangsa yang maju.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar bangsa justru berasal dari melemahnya nilai-nilai moral dan kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Masalah terbesar bukan kekurangan sumber daya. Persoalan akan muncul ketika nilai-nilai kebaikan tidak lagi dijalankan. Sebagus apa pun kemampuan mengelola berbagai potensi, tanpa moralitas akan timbul berbagai persoalan,” tegasnya.
Gunadi juga menyinggung perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang menurutnya telah mempermudah manusia memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan pembentukan karakter dan moralitas.
“Untuk menjadi pintar dan terampil kini semakin mudah. Namun nilai-nilai kebajikan tidak bisa diajarkan oleh teknologi. Nilai itu harus tumbuh dari kesadaran dalam diri setiap manusia,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap para santri dan generasi muda tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Gunadi, pembangunan bangsa yang berkelanjutan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan semangat persatuan yang kuat.
Perayaan Tahun Baru Islam di Al-Zaytun tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga pendidikan, serta ribuan santri dan tamu undangan dari berbagai daerah. Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan lintas agama sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa. ( AS Saeful Husna TP)







