Pekalongan –teraspanturanews.com Upaya pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan perhutanan sosial terus diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Diversifikasi Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) melalui Pengolahan Bunga Telang dan Bunga Rosella bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan Kabupaten Batang.
Kegiatan ini diselenggarakan di UPTD Balai Pelayanan Saintifikasi Jamu (BPSJ) Pekalongan Kota, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini bagian dari Program Meningkatkan Akses Perempuan terhadap Lahan Melalui Program Perhutanan Sosial dan Meningkatkan Kewirausahaan Sosial Mereka pada Komoditas Wanatani Berkelanjutan.
Pelatihan diikuti oleh anggota KUPS Perempuan Kabupaten Batang yang selama ini mengelola berbagai komoditas HHBK. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai manfaat kesehatan bunga telang dan bunga rosella, teknik pengolahan menjadi bubuk herbal, standar kebersihan dan keamanan pangan, pengemasan produk, hingga praktik langsung pembuatan produk yang siap dipasarkan.
Kepala UPTD Balai Pelayanan Saintifikasi Jamu (BPSJ) Pekalongan Kota Teuku Reza Fadli, menyampaikan inovasi pengolahan tanaman herbal menjadi produk bernilai tambah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk lokal.
“Bunga telang dan bunga rosella memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk herbal berkualitas. Melalui pelatihan ini kami berharap peserta tidak hanya menguasai teknik pengolahan yang baik dan higienis, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu sehingga memiliki daya saing di pasar,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai manfaat herbal bagi kesehatan yang disampaikan oleh narasumber BPSJ, dilanjutkan dengan praktik pengolahan bunga telang dan bunga rosella menjadi bubuk herbal menggunakan peralatan yang sesuai standar. Peserta juga dikenalkan pada teknik pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Perwakilan PUPUK Surabaya Endang Susilowati, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam penguatan program perhutanan sosial.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengembangkan usaha keluarga. Melalui pelatihan diversifikasi produk HHBK ini, kami berharap KUPS Perempuan mampu menciptakan produk inovatif yang bernilai tambah, memperluas akses pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ungkapnya.
Kabupaten Batang memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman herbal, khususnya bunga telang (Clitoria ternatea) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa). Selama ini kedua komoditas tersebut umumnya dipasarkan dalam bentuk segar maupun kering. Melalui inovasi pengolahan menjadi bubuk herbal, produk memiliki daya simpan lebih lama, lebih praktis digunakan, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi kelompok usaha perempuan.
Sementara itu, salah seorang peserta dari KUPS Lembah Wangi, Desa Tombo Bandar, Kabupaten Batang, Lekha mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi kelompoknya.
“Selama ini kami hanya mengetahui bunga telang dan rosella dijual dalam bentuk kering. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami memperoleh pengetahuan bagaimana mengolahnya menjadi bubuk herbal yang lebih praktis, menarik, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Kami berharap ilmu ini dapat kami terapkan dan dikembangkan bersama anggota KUPS,” ujar dia.
(AS Saeful Husna TP)









