Batang – teraspanturanews.com. Kesehatan adalah kebutuhan dasar bagi setiap individu, karena kondisi kesehatan seseorang memiliki dampak langsung pada lingkungan sekitar, bahkan menjadi indikator utama kemajuan atau kemunduran suatu negara. Isu kesehatan inilah yang menjadi topik pembicaraan utama dalam pertemuan antara tim teraspanturanews.com dengan dr. Hj. Ratna Ismoyowati MARS, Direktur Utama RS QIM, Kabupaten Batang, Pertemuan tersebut berlangsung di ruang Dirut RS QIM lantai 3, di sela-sela kegiatan rapat dan kunjungan tahunan yang diadakan untuk menyerahkan laporan tahunan lembaga. Batang jumat 17 Januari 2025.
Dalam perbincangan tersebut, Ratna menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena penurunan stabilitas kesehatan masyarakat yang semakin terlihat dari meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit. “Setiap hari angka pasien semakin meningkat. Bila kita analisis dengan data yang ada, kita perlu memahami dari mana datangnya kantong-kantong penyakit ini,” ungkap Ratna dengan nada serius. Peningkatan jumlah pasien tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pihak rumah sakit dalam upaya menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
Salah satu fenomena yang menjadi perhatian Ratna adalah maraknya kedai-kedai penjual es teh yang bisa ditemukan hampir setiap meter di wilayah Kabupaten Batang. Menurutnya, meskipun tidak disadari, konsumsi es teh yang berlebihan dapat memicu tingginya angka penderita diabetes di daerah ini. “Ini sudah menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Budaya latah masyarakat kita seringkali mengikuti tren, tanpa menyadari dampaknya bagi kesehatan,” tambahnya.
Ratna juga menekankan pentingnya edukasi tentang pola hidup sehat, seperti pentingnya mengonsumsi air putih yang lebih sehat. “Kita sering melihat masyarakat lebih memilih minuman manis seperti es teh. Padahal, air putih adalah pilihan terbaik untuk kesehatan tubuh kita,” kata Ratna. Sebagai seorang profesional yang setiap hari bergelut dengan administrasi kesehatan, Ratna menyebutkan bahwa seringkali jumlah pasien yang datang tidak tercover oleh BPJS, sehingga mempersulit upaya mereka dalam mengakses layanan kesehatan yang optimal.
Selain itu, Ratna juga mengusulkan perlunya pemetaan lebih mendalam terhadap sumber-sumber penyebaran penyakit yang ada. “Kita perlu bekerja sama lebih erat antara rumah sakit, Dinas Kesehatan, organisasi, serta kader-kader kesehatan di desa untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat,” ujarnya. Kerja sama yang lebih solid diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat.
Di akhir pembicaraan, Ratna berharap agar upaya-upaya tersebut dapat terus diperkuat, dengan salah satu langkah konkrit yang dapat diambil adalah penyelenggaraan seminar kesehatan secara bertahap di setiap wilayah. “Edukasi yang berkelanjutan sangat penting agar masyarakat memiliki kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan,” tutupnya.
(AS Saeful Husna teraspanturanews.com)
Salam Sehat Cerdas Manusiawi
Salam Teras Pantura










