Minggu, April 19, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa

teraspanturanews.com

by Redaksi
Mei 31, 2025
in Berita
0
Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa
Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa
Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa
Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa
75
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Festival Kar

Batang – teraspanturanews.com Suara gamelan mengalun lembut dari halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batang. Lengkap dengan sinden dan penampilan ketoprak, suasana sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan Jawa yang megah. Festival Gelar Budaya III tahun 2025 kembali digelar, menegaskan komitmen SMPN 4 Batang sebagai sekolah budaya yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada siswanya.
Festival yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus ujian praktik seni budaya bagi siswa kelas 9. Seluruh siswa diwajibkan terlibat aktif dalam proses kreatif, mulai dari memilih cerita, menyusun naskah, hingga menentukan siapa yang akan menjadi pemain ketoprak, penabuh gamelan, dan sinden.
“Ada tujuh kelas, masing-masing menampilkan pertunjukan selama kurang lebih 40 menit. Setiap kelas punya cerita sendiri yang mereka pilih, dan penampilan mereka benar-benar hasil kerja tim siswa sendiri. Guru seni hanya memfasilitasi,” kata Kepala SMPN 4 Batang Sri Mulyatno saat ditemui di lapangan SMPN 4 Batang, Kabupaten Batang, (31/5/2025).
Dalam pentas tersebut, sekitar 14 siswa memainkan gamelan, sementara empat hingga lima siswa menjadi sinden, dan sisanya berperan dalam lakon ketoprak. Menariknya, seluruh rangkaian acara menggunakan Bahasa Jawa, termasuk pembawa acaranya (pranatacara), yang berasal dari siswa kelas 7 dan 8. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya.
“Karena ini ujian praktik mata pelajaran seni budaya, maka semua murid harus ikut. Materi pelajaran seni di kelas 9 itu, 90 persen praktik dan 10 persen teori. Lewat kegiatan ini, kami ingin menanamkan warisan budaya luhur dan rasa cinta terhadap budaya sendiri,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kegiatan sekolah, Festival Gelar Budaya ini menjadi wujud kolaborasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan komite sekolah. Dukungan penuh dari paguyuban orang tua murid menjadi fondasi utama terselenggaranya acara ini, mengingat keterbatasan anggaran sekolah.
“Ini bagian dari upaya mewujudkan sekolah ramah anak. Di dalamnya, siswa, orang tua, dan sekolah terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan,” imbuhnya.
Dukungan pun datang dari Wakil Bupati Batang Suyono, yang hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi atas upaya SMPN 4 Batang mempertahankan budaya bangsa di tengah arus modernisasi.
“Saya sangat apresiasi, karena ini langkah nyata menjaga seni budaya yang mulai ditinggalkan. SMPN 4 Batang layak menjadi contoh. Kegiatan seperti ini harus didukung oleh Disdikbud dan Pemkab Batang agar tetap lestari,” terangnya.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus budaya luar yang mudah diakses melalui gawai, yang secara perlahan menggeser minat anak-anak terhadap budaya lokal.
“Kalau tidak ada yang nguri-uri, budaya kita bisa hilang. Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya asing dari layar gawai. Saya harap SMPN 4 Batang tidak bosan mempertahankan budaya ini,” tegasnya.
Pemkab Batang melalui Disdikbud dan Dewan Kesenian Daerah pun berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program-program pelestarian budaya seperti yang dilakukan SMPN 4 Batang.
“Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan pada budaya, SMPN 4 Batang tak hanya menjadi sekolah budaya, tetapi juga pelopor dalam menjaga denyut tradisi di tengah kemajuan zaman,” pungkasnya. (AS Saeful Husna kabiro Batang, Jateng)

Salam Teras Pantura

SendShare10
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
RAT 2025 Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya Catat Lompatan Kinerja, Laba Naik 133 Persen

RAT 2025: Momentum Kebangkitan dan Semangat Baru Anggota Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya

Februari 20, 2026

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Konsep Otomatis

Bupati Batang Lepas 951 Jemaah Haji 2026, Usia Tertua 86 dan Termuda 17 Tahun

April 17, 2026
Bupati Batang Bagikan Pengalaman Tiga Kali Haji, Mulai Jalur Tak Biasa Hingga Undangan Raja  Batang – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan membagikan pengalaman pribadinya menunaikan ibadah haji sebanyak tiga kali saat acara pelepasan jemaah haji Kabupaten Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (17/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Faiz menceritakan berbagai pengalaman yang pernah dilaluinya, mulai dari perjalanan yang penuh tantangan hingga kesempatan berhaji melalui jalur resmi dan undangan khusus. “Saya sudah tiga kali berangkat haji, mulai dari pengalaman yang cukup sulit hingga yang melalui jalur resmi. Semua proses itu bisa saya jalani dengan baik sampai selesai,” ungkapnya. Ia mengungkapkan, pada keberangkatan pertamanya pada 2017, dirinya sempat menghadapi berbagai kendala, termasuk harus melalui rute tidak biasa hingga mengalami deportasi sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan ibadah. Selanjutnya, pada 2019, Faiz kembali menunaikan ibadah haji bersama keluarga melalui jalur resmi. Sementara pada 2021, ia mendapatkan kesempatan berhaji melalui undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi. “Alhamdulillah, saya sudah merasakan berbagai pengalaman berhaji, dari yang penuh tantangan hingga yang lebih lancar,” jelasnya. Dalam arahannya kepada jemaah, Faiz menekankan bahwa ibadah haji pada dasarnya dapat dijalankan dengan baik jika dilandasi niat yang kuat serta pemahaman yang cukup. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hal terpenting adalah menjaga kebersamaan dan saling membantu antarjemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Saya titip pesan, tolong saling menjaga satu sama lain, saling menolong. Jangan sampai ada jemaah, terutama yang lanjut usia, ditinggalkan. Harus dijaga bersama, guyub dan rukun,” pungkasnya. Ia berharap seluruh jemaah haji asal Kabupaten Batang dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)   Keterangan Foto : Bupati Batang M Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat pelepasan Haji di Pendopo Kabupaten Batang.

Bupati Batang Bagikan Pengalaman Tiga Kali Haji, Mulai Jalur Tak Biasa Hingga Undangan Raja Batang – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan membagikan pengalaman pribadinya menunaikan ibadah haji sebanyak tiga kali saat acara pelepasan jemaah haji Kabupaten Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (17/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Faiz menceritakan berbagai pengalaman yang pernah dilaluinya, mulai dari perjalanan yang penuh tantangan hingga kesempatan berhaji melalui jalur resmi dan undangan khusus. “Saya sudah tiga kali berangkat haji, mulai dari pengalaman yang cukup sulit hingga yang melalui jalur resmi. Semua proses itu bisa saya jalani dengan baik sampai selesai,” ungkapnya. Ia mengungkapkan, pada keberangkatan pertamanya pada 2017, dirinya sempat menghadapi berbagai kendala, termasuk harus melalui rute tidak biasa hingga mengalami deportasi sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan ibadah. Selanjutnya, pada 2019, Faiz kembali menunaikan ibadah haji bersama keluarga melalui jalur resmi. Sementara pada 2021, ia mendapatkan kesempatan berhaji melalui undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi. “Alhamdulillah, saya sudah merasakan berbagai pengalaman berhaji, dari yang penuh tantangan hingga yang lebih lancar,” jelasnya. Dalam arahannya kepada jemaah, Faiz menekankan bahwa ibadah haji pada dasarnya dapat dijalankan dengan baik jika dilandasi niat yang kuat serta pemahaman yang cukup. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hal terpenting adalah menjaga kebersamaan dan saling membantu antarjemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Saya titip pesan, tolong saling menjaga satu sama lain, saling menolong. Jangan sampai ada jemaah, terutama yang lanjut usia, ditinggalkan. Harus dijaga bersama, guyub dan rukun,” pungkasnya. Ia berharap seluruh jemaah haji asal Kabupaten Batang dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi) Keterangan Foto : Bupati Batang M Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat pelepasan Haji di Pendopo Kabupaten Batang.

April 17, 2026
Kodim Brebes dan Kebumen Raih Prestasi Gemilang di Ajang Nasional TMMD 127

Kodim Brebes dan Kebumen Raih Prestasi Gemilang di Ajang Nasional TMMD 127

April 17, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In