Batang-Suasana bahagia terpancar dari raut wajah para peserta yang lebih didominasi oleh ibu-ibu, sedangkan mewakili kaum pria hanya di bawah angka puluhan saja, bagaimana tidak bahagia peserta yang hadir adalah kategori lanjut usia (Lansia) sedari pagi hingga menjelang dzuhur mereka mendapatkan edukasi dan penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh para pemateri dari RS QIM Batang.
Luksono Pramudito, S.STP., M.M. Selaku camat kecamatan Batang mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Bangun Pemuda Indonesia Batang yang berkolaborasi dengan Managemen RS QIM, ia sangat berterima kasih kepada panitia pelaksana bahwasanya kegiatan ini sangat selaras dengan program pemerintah yaitu terwujudnya 7 dimensi yang digagas oleh kantor BKKBN, adalah konsep yang dikembangkan untuk menciptakan keseimbangan hidup seseorang agar dapat mencapai kesejahteraan secara menyeluruh. Adapun uraian 7 dimensi meliputi:
- Dimensi Spiritual
Dimensi ini berfokus pada hubungan seseorang dengan Tuhan atau keyakinan yang dianut. Ini mencakup praktik ibadah, moral, dan nilai-nilai yang menjadi pedoman hidup. Tujuannya adalah mencapai ketenangan batin dan makna hidup. - Dimensi Intelektual
Dimensi ini mencakup pengembangan kemampuan berpikir, belajar, dan pengetahuan seseorang. Contohnya adalah pendidikan formal, membaca, dan pengembangan keterampilan analitis. Tujuannya agar individu terus berkembang secara intelektual dan dapat berkontribusi pada masyarakat. - Dimensi Hobi
Dimensi ini berkaitan dengan kegiatan yang disukai dan dilakukan untuk rekreasi atau hiburan, seperti olahraga, seni, atau aktivitas lainnya yang memberikan rasa puas dan bahagia. - Dimensi Kesehatan Fisik
Dimensi ini melibatkan upaya menjaga tubuh tetap sehat melalui pola makan, olahraga, tidur yang cukup, dan menjaga keseimbangan fisik lainnya. Kesehatan fisik yang baik mendukung produktivitas dan kualitas hidup. - Dimensi Vokasional
Dimensi ini berkaitan dengan pekerjaan atau karir seseorang, termasuk pengembangan keterampilan kerja, produktivitas, dan pencapaian profesional. Dimensi ini penting untuk kepuasan hidup dan stabilitas ekonomi. - Dimensi Sosial
Dimensi ini melibatkan hubungan interpersonal, seperti dengan keluarga, teman, dan komunitas. Menjaga hubungan sosial yang baik membantu seseorang merasa diterima, didukung, dan memiliki koneksi dengan orang lain. - Dimensi Lingkungan
Dimensi ini mencakup hubungan dengan lingkungan fisik, seperti menjaga kebersihan, keberlanjutan alam, dan keterlibatan dalam pelestarian lingkungan. Ini juga mencerminkan tanggung jawab terhadap ekosistem di sekitar kita.
Demikian Pramudito memberikan ulasan pada sesi pembukaan penyuluhan kesehatan bagi lansia yang dilakukan di Pendopo Kecamatan Batang Sabtu, 23/11/2024.
Senada yang disampaikan oleh dr. Hj. Ratna Ismoyowati MARS selaku dirut RS QIM Batang yang memaparkan materi pembuka berkaitan dengan penyuluhan kesehatan bagi lansia, ia pun mengapresiasi atas peran dan kiprah Yayasan Bangun Pemuda Indonesia yang intensif melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan baik dalam skala program pekanan, bulanan, hingga tahunan, materi yang ia sampaikann berkaitan dengan pola dan sikap hidup sehat untuk para lansia yaitu dengan kata BAHAGIA adalah gabungan dari beberapa langkah yang dapat dilakukan lansia untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, yaitu:
B: Berat badan dijaga
A: Awasi tekanan darah
H: Hindari faktor risiko
A: Atur makanan seimbang
G: Gerak badan teratur
I: Iman dan takwa ditingkatkan
A: Agar selalu merasa berguna
Langkah-langkah ini dapat membantu lansia untuk mencapai proses menua yang sehat (healthy aging). Beberapa manfaat dari langkah-langkah tersebut, di antaranya:
- Menghindari penyakit seperti obesitas, demensia, hipertensi, dan diabetes
- Mengasah kemampuan fisik dan mental
- Memiliki lingkaran sosial yang beragam
- Menjaga kesehatan mental dan emosional
Ratna pun mengajak peserta untuk melakukan Medikal Check Up ringan yang dilaksanakan oleh RS QIM pada setiap hari minggu di Car Free Day Alun-alun Batang ujarnya menutup sesi pembuka.
Hal yang sama dilanjutkan oleh dr. Teta Dea Kurnia Kusumawardani selaku pemateri kedua dimana ia mengupas tuntas secara sistematik dan menarik tentang materi gaya hidup sehat mandiri bagi para lansia.
Gaya hidup sehat mandiri untuk lansia adalah pola hidup yang mendorong lansia untuk tetap aktif, produktif, dan mampu mengelola kesehatannya sendiri sesuai kemampuannya. Berikut adalah prinsip-prinsipnya:
- Pola Makan Sehat dan Seimbang
- Konsumsi makanan yang kaya serat, rendah lemak, dan rendah gula.
- Perbanyak sayur, buah, protein tanpa lemak, dan biji-bijian.
- Hindari makanan olahan atau yang terlalu asin untuk menjaga tekanan darah dan kesehatan organ tubuh.
- Aktivitas Fisik yang Teratur
- Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, senam lansia, atau yoga.
- Aktivitas fisik membantu menjaga kekuatan otot, fleksibilitas, dan kesehatan jantung.
- Kesehatan Mental yang Terjaga
- Hindari stres dengan berlatih mindfulness, meditasi, atau beribadah.
- Jaga hubungan sosial dengan keluarga, teman, atau komunitas agar tidak merasa kesepian.
- Pemeriksaan Kesehatan Rutin
- Lakukan cek kesehatan secara berkala untuk memantau tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan kondisi lainnya.
- Menggunakan obat-obatan sesuai anjuran dokter untuk mengelola penyakit kronis bila ada.
- Hidup Mandiri dalam Aktivitas Sehari-hari
- Lansia didorong untuk tetap mandiri dalam aktivitas seperti memasak, membersihkan rumah, atau berjalan di sekitar lingkungan.
- Bantuan diberikan jika memang diperlukan, tetapi tetap menghargai kemandirian lansia.
- Hindari Kebiasaan Buruk
- Berhenti merokok atau mengurangi konsumsi alkohol.
- Hindari gaya hidup sedentari (terlalu banyak duduk atau tidak aktif).
- Istirahat yang Cukup dan Teratur
- Tidur malam 6-8 jam dengan jadwal yang konsisten.
- Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, tenang, dan bebas gangguan.
- Keterlibatan Sosial dan Komunitas
- Berpartisipasi dalam kegiatan sosial atau menjadi sukarelawan.
- Ikut bergabung dalam komunitas lansia atau kegiatan posyandu lansia.
- Lingkungan yang Aman dan Nyaman
- Pastikan rumah memiliki pencahayaan yang baik dan bebas dari risiko kecelakaan seperti lantai licin.
- Gunakan alat bantu seperti tongkat atau pegangan tangan bila diperlukan.
Dengan menerapkan prinsip ini, lansia dapat tetap hidup mandiri, sehat, dan memiliki kualitas hidup yang baik, pungkasnya.
Pada sesi penutup acara penyuluhan kesehatan ini disempurnakan dengan penyerahan cendera mata, pembagian hadiah kepada semua peserta, penyerahan santunan yatim piatu secara simbolik. Harapan panitia acara ini bisa menjadi pemantik bahagia para peserta lansia sehingga memiliki harapan hidup yang terjaga. Dan panitia berencana acara-acara ini akan terus dikembangkan dengan kemasan yang berbeda, dan terus meningkatkan jalinan kerja sama baik dengan pemerintah, swasta, dan badan lainnya, serta panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap mitra yayasan yang ikut mensukseskan acara tersebut
AS Saeful Husna teraspanturanews.com
Salam Sehat Cerdas Manusiawi
Salam Teras Pantura











