Batang- teraspanturanews.com Semangat membangun kemandirian pangan terus ditunjukkan Yayasan Bangun Pemuda Indonesia (YBPI) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Melalui langkah sederhana namun penuh harapan, yayasan ini mulai mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai usaha produktif yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi para pengurus dan anak-anak binaan.
Budidaya jamur tiram tersebut mulai dijalankan sejak 5 Februari 2026 di area belakang kantor yayasan. Sebanyak 1.033 baglog ditebar sebagai tahap awal pengembangan. Dalam prosesnya, sekitar 200 baglog mengalami gagal tumbuh akibat dugaan serangan virus sehingga harus disingkirkan. Meski menghadapi kendala, semangat pengurus yayasan tidak surut. Sebagian besar baglog lainnya justru menunjukkan pertumbuhan yang baik dan mulai menghasilkan panen.
Panen perdana mulai terlihat pada April 2026, meskipun pertumbuhan jamur saat itu masih belum merata. Memasuki Mei 2026, perkembangan jamur mulai lebih serempak dengan hasil panen yang terus meningkat. Pada Kamis, 7 Mei 2026, YBPI kembali melakukan panen lanjutan dengan hasil yang semakin menggembirakan.
Pembina yayasan, Mahmud, mengatakan bahwa program budidaya ini bukan sekadar mencari keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses belajar bertani sekaligus upaya membangun ketahanan pangan organik bagi kebutuhan anak-anak binaan yayasan.
“Tahap awal ini kami masih fokus belajar sambil mengevaluasi kekurangan dan kelebihannya. Kami juga banyak berdiskusi dengan petani jamur yang sudah lebih dulu berpengalaman,” ujar Mahmud.
Menurutnya, apabila hasil budidaya tahap awal ini dinilai baik dan memiliki prospek menjanjikan, yayasan berencana memperluas kapasitas produksi. Pasalnya, masih tersedia lahan kosong di belakang kantor yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kumbung jamur baru.
Namun perjalanan tersebut tidak sepenuhnya mudah. Lokasi yayasan yang berada di kawasan Pantura dengan suhu udara relatif panas menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelembaban kumbung jamur. Untuk mengatasinya, pengurus melakukan penyiraman rutin dua kali sehari dan berencana memasang jaring paranet serta penutup di sekeliling area budidaya agar suhu tetap stabil.
Menariknya, para pengurus juga mulai berinovasi dengan membuat cairan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) secara mandiri. Hasil percobaan itu mulai menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa hari terakhir.
“Biasanya yang tumbuh hanya satu atau dua rumpun, sekarang mulai lebih serempak. Rumpunnya juga lebih besar dan tudung jamurnya lebih lebar,” tutur Mahmud.
Melalui budidaya jamur tiram ini, YBPI berharap dapat menciptakan kemandirian pangan untuk anak-anak binaan sekaligus membuka peluang usaha sosial produktif yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dari kumbung sederhana di belakang kantor yayasan, tumbuh harapan besar tentang ketahanan pangan, semangat belajar, dan masa depan yang lebih mandiri. ( AS Saeful Husna TP Batang Jateng)










