Rabu, April 1, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Ribuan Nelayan Batang Menanti Uluran Tangan Pemerintah, Ini Jawaban Wabup Batang

teraspanturanews.com

by Redaksi
Januari 24, 2026
in Berita
0
Ribuan Nelayan Batang Menanti Uluran Tangan Pemerintah, Ini Jawaban Wabup Batang
3
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Batang – teraspanturanews.com Langit di atas pesisir Batang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, namun bagi ribuan nelayan, mendung dan angin kencang adalah sinyal “lampu merah” yang mematikan mata pencaharian mereka. Gelombang tinggi dan musim baratan kini memaksa ribuan nelayan di Kabupaten Batang mengikat kencang kapal-kapal mereka di dermaga, memicu masa paceklik yang menyesakkan dapur keluarga.

Pemandangan di seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Batang kini berubah menjadi “hutan tiang kapal”. Tak hanya perahu kecil, kapal berukuran sedang hingga besar pun menumpuk, tak berani menantang ganasnya Laut Jawa.
Terjepit Cuaca dan Pendangkalan Muara
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang Teguh Tarmudjo mengungkapkan, bahwa situasi tahun ini terasa lebih berat. Selain faktor alam, kendala teknis di pelabuhan memperburuk keadaan.
“Ini total nelayan kami banyak yang tidak berangkat semua. Kapal kecil, sedang, maupun besar, banyak yang berhenti. Gelombang tinggi, angin kencang, ditambah alur muara yang sekarang pendangkalannya sangat parah,” katanya saat ditemui di Kantor HNSI Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23/1/2026).
Kondisi ini praktis memutus urat nadi ekonomi lebih dari 10 ribu nelayan. Dampak yang paling menyedihkan dirasakan oleh para Anak Buah Kapal (ABK). Tanpa melaut, berarti tidak ada upah harian. Diperparah juga dengan banjir yang menggenangi diwilayah pemukiman nelayan seperti Klidang Lor, Karangasem Utara.
“Kalau nelayan tidak berangkat, otomatis tidak ada penghasilan. Yang paling berat itu ABK, mereka tidak punya kapal dan sangat bergantung pada kerja harian di laut,” jelasnya.
Ironisnya, di saat krisis mencapai puncaknya, “napas” bantuan dari organisasi nelayan justru menipis. Stok beras paceklik yang biasa menjadi penyambung hidup sudah habis disalurkan sejak akhir tahun lalu.
“Kemampuan kami sekarang untuk membantu agak sulit, karena beras paceklik sudah kami keluarkan akhir tahun kemarin. Sementara situasi sekarang jauh lebih berat,” ungkapnya.
Melihat kondisi yang disebutnya sebagai “darurat ekonomi”, Teguh mendesak Pemerintah Daerah untuk tidak terjebak dalam sekat birokrasi yang kaku. Perut nelayan, menurutnya, tidak bisa menunggu proses administratif yang lama.
“Idealnya pemerintah bisa membantu berupa beras atau bantuan keuangan. Secara inisiatif, tidak harus menunggu administrasi, karena ini menyangkut perut nelayan,” tegasnya.
Respons Pemerintah: Silakan Ajukan
Menanggapi jeritan dari pesisir tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono memberikan, lampu hijau bagi penyaluran bantuan. Ia memastikan bahwa pintu kantor pemerintah selalu terbuka bagi masyarakat yang terdampak musibah alam.
“Nanti kalau ada dari pihak organisasi nelayan yang mengajukan ke Pemda atau Dinas Sosial, pasti akan terlayani sesuai kebutuhan,” ujar dia.
Ia menegaskan, bahwa komitmen Pemkab Batang adalah hadir di tengah kesulitan warga. Prinsipnya pemerintah daerah siap hadir dan membantu masyarakat yang benar-benar terdampak.
Kini, ribuan nelayan di Batang hanya bisa menatap laut dari kejauhan, berharap badai segera berlalu dan uluran tangan pemerintah segera tiba sebelum piring di meja makan benar-benar kosong. (AS Saeful Husna Kabiro Batang, Jateng)

Salam Teras Pantura

 

SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
RAT 2025 Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya Catat Lompatan Kinerja, Laba Naik 133 Persen

RAT 2025: Momentum Kebangkitan dan Semangat Baru Anggota Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya

Februari 20, 2026

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Gotong Royong Penuh Semangat, TNI dan Warga Bersihkan Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung

Gotong Royong Penuh Semangat, TNI dan Warga Bersihkan Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung

April 1, 2026
Peringati HUT Persit ke-80, Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXIV Kodim 0736/Batng Gelar Ziarah Penuh Khidmat

Peringati HUT Persit ke-80, Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXIV Kodim 0736/Batng Gelar Ziarah Penuh Khidmat

April 1, 2026
Hari Terakhir Libur Lebaran, Arus Balik di Stasiun Batang Masih “Seksi”

Hari Terakhir Libur Lebaran, Arus Balik di Stasiun Batang Masih “Seksi”

April 1, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In