Batang – teraspanturanews.com PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) meluncurkan buku bertajuk “Biodiservitas PLTU Jawa Tengah”, sebagai wujud perlindungan terhadap kehidupan flora dan fauna yang hidup di area proyek. Dibuktikan dengan memberikan ruang reforestasi di lingkup area BPI, dengan menggandeng masyarakat setempat bersinergi bersama Pemda Batang, hingga mampu mempertahankan bahkan menambah ragam flora dan fauna agar tetap terjaga kelestariannya.
Eksternal Relation Manager BPI Bagus Dona Doni bersama tim telah melakukan penelitian terhadap flora fauna secara intensif ke beberapa lokasi baik, di area PLTU maupun kawasan luar. Khusus di kawasan luar meliputi Desa Roban Barat, Ujungnegoro dan Pesisir Sigandu – Ujungnegoro yang termasuk kawasan konservasi.
“Kawasan ini memiliki kekayaan ekosistem yang meliputi 204 tumbuhan (flora), 108 jenis burung (aves) termasuk 17 jenis satwa dilindungi dan 16 jenis burung migran asal Australia dan Asia, 80 jenis kupu-kupu (lepidoptera). Ada pula 36 jenis capung (odonata), 30 jenis herpetofauna (reptil dan amfibi), serta 7 jenis mamalia,” katanya saat ditemui di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (30/6/2026).
Di buku itu dijelaskan tentang keberadaan Gelatik Jawa, Kepodang, kera ekor panjang, elang dan beberapa burung migran bisa ditemukan di kawasan konservasi PLTU. Dari hasil penelitian terjadi peningkatan jumlah spesies burung, capung, termasuk kupu-kupu yang membuktikan upaya yang dilakukan bersama tim dan masyarakat setempat sudah maksimal, meskipun masih dalam tahap awal, artinya masih akan ada penelitian lanjutan.
“Peneliti yang intens dilakukan merupakan bentuk keseriusan BPI dalam menjaga keberagaman hayati di tengah geliat pembangunan Kabupaten Batang yang cepat,” tuturnya.
Kapala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Heru Jatmika mengapresiasi keseriusan BPI dalam menjaga keragaman hayati melalui peluncuran buku tersebut. Buku tersebut merupakan bukti kerja keras BPI dalam menjaga keberlangsungan hidup flora fauna yang hidup di kawasan PLTU.
“Ini bukan sekadar buku, tapi ini bukti BPI telah melakukan reforestasi di daerah penyangga dan pelestarian lingkungan. BPI telah membuktikan mampu melakukan rehabilitasi di lahan daerah penyangga seluas sembilan hektar, yang tentunya bisa direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lain di Jawa Tengah,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengharapkan agar BPI memberi ruang bagi lembaga pendidikan supaya dapat belajar seputar keragaman hayati. Akan lebih baik jika BPI memberi kesempatan sekolah untuk mempelajari flora fauna di kawasan penyangga, yakni dengan menyiapkan satu zona untuk siswa mempelajari lebih dalam.
Pihak provinsi sebagai mitra akan melakukan pendampingan dan pengawasan, agar BPI dapat melakukan pembinaan terhadap masyarakat setempat. Termasuk edukasi kepada para siswa yang ingin mengetahui keragaman hayati.
Sementara itu, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hidayat Ashari tetap memberikan penekanan agar BPI memberi ruang lebih luas terhadap keterlibatan masyarakat lokal dalam melakukan penelitian. Meskipun penelitian telah dilakukan maksimal, namun hal tersebut barulah hasil dari tahap awal.
“Itu artinya, masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut oleh BPI bersama masyarakat setempat. Saya akui hasilnya sudah menunjukkan suksesi ekologi, kawasan yang semula terdegradasi kini mulai menunjukkan bertambahnya keragaman hayati dan menarik kehidupan spesies flora dan fauna, untuk hidup di dalamnya,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Batang M Faiz Kurniawan membenarkan di setiap proses pembangunan yang masif, tentu akan berdampak pada lingkungan. Namun, BPI membuktikan untuk menyelaraskan antara pembangunan dengan pelestarian kehidupan hayati di kawasan proyek dan daerah penyangga.
“BPI sudah melakukan penelitian dan pantauan yang ketat, penanaman mangrove dan pengelolaan limbah, hingga pelestarian kehidupan hayati di dalamnya. Melalui pendokumentasian hasil penelitian bisa diselami lewat peluncuran buku Biodiservitas, yang membuktikan kesungguhan PLTU menjaga keragaman hayati,” ujar dia.
(AS Saeful Husna TP)







