BATANG – teraspanturanews.com Memaknai semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, Yayasan Bangun Pemuda Indonesia (YBPI) Kabupaten Batang kembali menggelar Santunan dan Doa Bersama Putra-Putri Hebat, Minggu (5/7/2026), di Lantai 2 Sekretariat YBPI Kabupaten Batang.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin yayasan tersebut bukan sekadar penyaluran santunan kepada anak-anak yatim. Lebih dari itu, YBPI terus meneguhkan komitmennya membangun generasi yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki keterampilan hidup dan kemandirian ekonomi sebagai bekal menghadapi masa depan.
Sebanyak 25 putra-putri hebat binaan YBPI dari Blok Kota hadir bersama 10 wali yatim. Turut hadir memberikan tausiyah sekaligus memimpin doa bersama, Ustadz Ubaidillah, S.Ag, Penasihat YBPI sekaligus Pimpinan Pesantren Al-Qur’an Desa Karanganyar, Kecamatan Batang.
Dalam sambutannya, Pembina YBPI, Mahmud, menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan yang masih diberikan Allah SWT kepada seluruh peserta sehingga dapat berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan.
Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjalankan seluruh aktivitas kehidupan.
“Orang yang sehat memiliki kesempatan untuk beribadah dengan maksimal, belajar, bekerja, berkarya, dan membantu sesama. Karena itu, nikmat sehat harus dijaga dan disyukuri dengan mengisinya melalui aktivitas yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,” ungkap Mahmud.
Mahmud menegaskan, pembinaan yang dilakukan YBPI selama ini tidak berhenti pada pendidikan keagamaan. Yayasan terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat agar lahir generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Saat ini, YBPI secara konsisten membuka pelatihan menjahit gratis bagi masyarakat umum sebagai bekal keterampilan kerja. Di sisi lain, yayasan juga sedang mengembangkan budidaya jamur tiram yang telah memasuki masa uji coba selama enam bulan terakhir.
Program tersebut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Bahkan, beberapa mitra mulai menyampaikan kebutuhan pasokan hasil panen sehingga menjadi motivasi bagi yayasan untuk terus memperluas pengembangannya.
“Bacaan Al-Qur’an yang baik harus berjalan beriringan dengan ekonomi yang baik. Kita ingin lahir generasi yang saleh, tetapi juga mandiri. Ketika ilmu agama dipadukan dengan kemampuan ekonomi, maka akan tercipta keseimbangan hidup yang membawa keberkahan,” tegas Mahmud.
Ke depan, YBPI juga mengajak seluruh putra-putri binaan yang telah menyelesaikan pendidikan SMA untuk bergabung dalam berbagai unit usaha yang sedang dikembangkan yayasan.
Selain memperkuat usaha rumah makan milik para pengurus yang selama ini menjadi salah satu penopang dana operasional yayasan, YBPI juga tengah menyiapkan pengembangan sektor pertanian organik sebagai ruang belajar, bekerja, dan berwirausaha bagi generasi muda.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ubaidillah, S.Ag mengajak seluruh hadirin menjadikan bulan Muharram sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih berkualitas.
Menurutnya, makna hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih produktif, dan lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Ia menilai, dakwah pada masa sekarang harus mampu menghadirkan solusi nyata di tengah kehidupan masyarakat.
“Apa yang dilakukan YBPI merupakan contoh dakwah solutif. Dakwah bukan hanya ceramah di mimbar, tetapi juga menghadirkan pelatihan menjahit, pemberdayaan kuliner, pengembangan pertanian organik, dan pembinaan generasi muda. Inilah bentuk hijrah yang nyata, mengajak masyarakat bangkit dari ketergantungan menuju kehidupan yang mandiri dan bermartabat,” ujarnya.
Pada penghujung tausiyah, Ustadz Ubaidillah memimpin doa bersama dengan penuh kekhusyukan. Doa dipanjatkan bagi putra-putri binaan, para wali yatim, pengurus, relawan, serta seluruh mitra YBPI agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, dan kemudahan dalam menjalankan amanah sosial.
Suasana haru kemudian berubah menjadi penuh keceriaan saat pengurus YBPI menyerahkan santunan dan paket sembako kepada para putra-putri hebat serta wali yatim. Senyum bahagia tampak menghiasi wajah para penerima manfaat yang merasakan perhatian dan kasih sayang dari keluarga besar YBPI.
Salah seorang wali yatim, Anik, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang selama ini terus diberikan YBPI.
“Kami sangat bersyukur. Kepedulian YBPI bukan hanya membantu kebutuhan kami, tetapi juga memberi semangat bahwa kami tidak pernah berjalan sendiri. Semoga Allah membalas seluruh kebaikan para pengurus dan para donatur,” ucapnya.
Melalui kegiatan santunan Muharram yang dipadukan dengan pembinaan spiritual dan pemberdayaan ekonomi, Yayasan Bangun Pemuda Indonesia Kabupaten Batang kembali menunjukkan bahwa membangun masyarakat tidak cukup hanya dengan bantuan sesaat. Yang lebih penting adalah menghadirkan harapan, membangun keterampilan, menumbuhkan kemandirian, serta mencetak generasi yang berakhlak mulia, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
( AS Saeful Husna TP)



















