PEKALONGAN— teraspanturanews.com Semangat silaturahmi dan kepedulian sosial mewarnai pertemuan arisan tiga bulanan Seba Milsuk V 86/87 Purwokosek Area Pekalongan Raya yang digelar di Restaurant Cinlong, Parkside Hotel Mandarin, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (9/8/2026).
Pertemuan yang kali ini bertindak sebagai tuan rumah adalah Bapak Agus Riyanto dan Bapak Triyogo tersebut dihadiri sekitar 30 peserta. Mereka merupakan kumpulan bintara lulusan tahun 1986/1987 dari dua lembaga pendidikan kepolisian, yakni Purwokerto dan Watukosek, yang kini telah memasuki masa purnabakti sebagai purnawirawan Polri.
Bukan sekadar agenda rutin berkumpul dan arisan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk kembali mempererat persaudaraan, menjaga komunikasi, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Dalam sambutannya, Agus Riyanto selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh anggota arisan. Secara khusus, ia memberikan penghargaan kepada ibu-ibu yang selama ini setia mendampingi para suami.
“Keberadaan ibu-ibu menjadi penentram jiwa sang suami dalam hal apa pun. Apalagi pada usia 60 tahun ke atas, kehadiran ibu-ibu sangat penting, baik dalam menjaga kesehatan maupun membantu dalam ketepatan mengambil keputusan,” ujar Agus.
Menurutnya, hakikat sebuah arisan bukan semata-mata berkumpul secara rutin atau melakukan aktivitas ekonomi sederhana, melainkan bagaimana hubungan antarsesama anggota tetap terjaga dan bahkan semakin erat dari waktu ke waktu.
Ia menyebut, salah satu hal yang menarik dalam perjalanan kebersamaan kelompok tersebut adalah adanya anggota yang kemudian menjadi besan.
“Ini adalah barokah. Dari sahabat menjadi saudara,” ungkapnya.
Agus Riyanto sendiri merupakan purnawirawan Polri yang kini berkiprah sebagai advokat. Ia juga dikenal memiliki kepedulian terhadap persoalan kemasyarakatan, aktif membantu masyarakat, serta terlibat sebagai takmir masjid di lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengajak para anggota untuk tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan pentingnya mempraktikkan pesan dalam Surat Al-Ma’un, khususnya kepedulian terhadap anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Agus, kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, yakni mengumpulkan dana sosial secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing anggota untuk kemudian disalurkan kepada yayasan sosial.
Ajakan tersebut mendapat sambutan positif. Dalam pertemuan kali ini, berhasil terkumpul dana sosial sukarela sebesar Rp1.170.000.
“Berapa pun jumlahnya, yang penting ikhlas dan ada niat untuk berbagi. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi amal dan membawa keberkahan,” pesannya.
Suasana kekeluargaan tampak begitu terasa sepanjang pertemuan. Di usia yang rata-rata telah memasuki masa purnabakti, pertemuan rutin seperti ini menjadi ruang penting untuk menjaga komunikasi dan saling memberikan perhatian.
Hal tersebut juga disampaikan Ahmad Munasyifi, salah seorang peserta yang pernah bertugas di Polres Batang.
Menurut Ahmad, keberadaan kegiatan arisan tiga bulanan memberikan ruang bagi para anggota untuk tetap berkomunikasi dan saling mengetahui kondisi masing-masing.
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini ada jembatan komunikasi, saling menengok. Biasanya pertemuan cukup di rumah masing-masing, karena kali ini tuan rumah Pak Agus dan Pak Tri, jadi lebih istimewa,” tutur Ahmad sambil tersenyum.
Baginya, kebersamaan yang terpelihara selama bertahun-tahun menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Ikatan yang bermula dari masa pendidikan dan pengabdian sebagai anggota Polri tersebut kini berkembang menjadi persaudaraan yang tetap terjaga meski para anggotanya telah menjalani kehidupan sebagai purnawirawan.
Pertemuan Seba Milsuk V 86/87 Purwokosek Pekalongan Raya akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan tentang kebersamaan, tetapi juga sebuah aksi nyata kepedulian sosial.
Di tengah usia yang semakin matang, semangat untuk saling menjaga, menguatkan, bersilaturahmi dan berbagi justru menjadi semakin penting.
Agus Riyanto dan Triyogo selaku tuan rumah pun menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.
“Tiada gading yang tak retak. Semoga kekurangan yang ada justru menjadi pemantik keberkahan di kesudahannya,” demikian harapan tuan rumah.
Semangat tersebut menjadi pesan penting dari pertemuan kali ini: bahwa masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian dan persaudaraan. Justru melalui silaturahmi, kepedulian, serta aksi sosial yang dilakukan bersama, nilai-nilai pengabdian dapat terus hidup di tengah masyarakat.
(AS Saeful Husna TP)










