BATANG – teraspanturanews.com Sebanyak 223 warga mendapat penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Kapolresta Batang Kombespol Warsono mengatakan, berdasarkan data sementara yang diperbarui hingga pukul 04.00 WIB, Kamis (24/9/2026), dari 223 warga tersebut, sebanyak 87 orang menjalani rawat jalan, sedangkan 136 orang mendapatkan perawatan inap di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Data tersebut masih bersifat dinamis. Petugas masih melakukan pendataan dan sinkronisasi dengan Dinas Kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Warsono dalam keterangannya kepada media, Kamis (24/9/2026).
Sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani warga terdampak di antaranya Puskesmas Bawang, RSUD Limpung, Puskesmas Gringsing 1, Klinik Utama Baitussyifa Limpung, Puskesmas Bandar 1, Puskesmas Subah, dan RSUD Batang.
Berdasarkan kronologi sementara, makanan dikonsumsi warga pada Selasa (22/9/2026). Pada malam harinya, sejumlah warga mulai mengalami keluhan kesehatan seperti mual dan diare.
Kemudian pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, Polsek Bawang menerima informasi dari perangkat Desa Pasusukan mengenai adanya sejumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan.
Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Bawang bersama anggotanya langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan. Polisi juga berkoordinasi dengan perangkat desa, Puskesmas Bawang, Dinas Kesehatan, serta pihak terkait lainnya.
Sampel Makanan Diperiksa di Laboratorium
Untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut, sampel makanan dari menu yang dikonsumsi pada Selasa (22/9/2026) telah diamankan. Sampel kemudian dibawa oleh Dinas Kesehatan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium di Semarang.
Warsono menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Kami tidak ingin berspekulasi sebelum terdapat hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujarnya.
Dari sisi kepolisian, Polresta Batang telah melakukan sejumlah langkah, antara lain mendatangi dan mengamankan lokasi, mendata korban dan saksi, mengumpulkan bahan keterangan, serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Batang.
Polisi juga melakukan pendalaman terhadap rangkaian distribusi dan pengelolaan makanan yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Warga Diminta Segera Berobat
Polresta Batang mengimbau masyarakat yang sebelumnya menerima atau mengonsumsi makanan terkait kejadian tersebut dan kemudian mengalami keluhan seperti mual, muntah, diare, demam, pusing, maupun keluhan kesehatan lainnya agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Masyarakat juga diminta tidak menunggu hingga kondisi kesehatan memburuk.
Selain itu, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk mengenai penyebab kejadian maupun pihak yang dianggap bertanggung jawab.
“Kami berharap bersama-sama memberikan informasi yang akurat, menenangkan, dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” kata Warsono.
Polresta Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang, Dinas Kesehatan, tenaga medis, dan stakeholder terkait akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap warga terdampak.
Hasil pemeriksaan laboratorium dan perkembangan penanganan selanjutnya akan disampaikan melalui informasi resmi kepada masyarakat.
(AS Saeful Husna TP)







