Batang – teraspanturanews.com Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memastikan seluruh korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang mendapatkan penanganan medis secara optimal. Hal itu disampaikan saat meninjau langsung korban yang masih menjalani rawat inap di RSUD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (24/9/2026).
Faiz mengatakan, Pemerintah daerah telah memastikan ketersediaan tempat tidur, alat kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, hingga armada ambulans untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien susulan. Untuk bed, alat kesehatan, obat-obatan semua aman. Baik di RSUD Batang, RSUD Limpung maupun puskesmas-puskesmas, stok obat kita pastikan mencukupi.
“Jumlah korban hingga saat ini telah mencapai kisaran 300 orang. Sebelumnya, data hingga dini hari tercatat sebanyak 276 orang dan masih terus mengalami pembaruan. Korban yang mendapatkan penanganan memiliki rentang usia yang cukup beragam, mulai dari bayi berusia 10 bulan hingga orang dewasa dan lanjut usia. Mayoritas korban mengalami sejumlah keluhan seperti mual, muntah, diare, dan lemas,” jelasnya.
Faiz juga memastikan, seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Kebijakan tersebut diambil karena kejadian dugaan keracunan MBG ini dikategorikan sebagai kondisi force majeure. Untuk biaya pengobatan dan perawatan semuanya ditanggung Pemerintah daerah.
“Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Pemerintah daerah, masih terus memantau perkembangan kondisi seluruh pasien yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Selain menangani korban, Pemkab Batang juga melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan MBG,” terangnya.
Faiz mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan audit terhadap SPPG. Kalau nanti ada rekomendasi penutupan dari Pemerintah daerah, pihak BGN akan menutup SPPG tersebut.
“Langkah evaluasi diperlukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan MBG berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan kejadian serupa. Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium dan investigasi oleh tim kesehatan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Pemerintah daerah, proses memasak makanan dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Selanjutnya, proses pemorsian selesai sekitar pukul 09.00 WIB dan distribusi makanan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
Namun, Faiz menegaskan informasi tersebut masih menjadi bagian dari bahan investigasi dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian. Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien susulan, tenaga kesehatan dan armada ambulans disiagakan.
“Perawat, tenaga medis, serta armada ambulans diminta tetap dalam kondisi siap memberikan pelayanan. Penanganan pasien dilakukan dengan menyesuaikan kapasitas fasilitas kesehatan yang tersedia. Sejumlah pasien bahkan harus ditempatkan di ruangan hingga area lorong rumah sakit karena jumlah pasien yang datang cukup banyak. Semua tenaga medis dan ambulans kita standby untuk mengantisipasi kalau ada pasien susulan,” pungkasnya.
Pemkab Batang memastikan penanganan korban menjadi prioritas, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
(AS Saeful Husna TP)









