Minggu, September 13, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Dosen UKDW Siapkan Seri Buku “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana”, Padukan Kearifan Lokal dengan Ilmu Manajemen Modern

teraspanturanews.com

by Redaksi
September 11, 2026
in Berita
0
Dosen UKDW Siapkan Seri Buku “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana”, Padukan Kearifan Lokal dengan Ilmu Manajemen Modern
Dosen UKDW Siapkan Seri Buku “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana”, Padukan Kearifan Lokal dengan Ilmu Manajemen Modern
Dosen UKDW Siapkan Seri Buku “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana”, Padukan Kearifan Lokal dengan Ilmu Manajemen Modern
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Dosen UKDW Siapkan Seri Buku “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana”, Padukan Kearifan Lokal dengan Ilmu Manajemen Modern

 

YOGYAKARTA- Dunia ilmu manajemen berpeluang mendapatkan warna baru melalui pengembangan kajian yang berpijak pada kearifan lokal dan filosofi budaya Yogyakarta.

 

Gagasan tersebut dikembangkan Dr. R. Andreas Ari Sukoco, SE, MM, M.Min, dosen manajemen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), melalui seri buku “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana”. Karya ini diarahkan untuk mengembangkan ilmu manajemen dengan menjadikan filosofi utama Yogyakarta sebagai sumber inspirasi sekaligus landasan pemikiran.

 

Dalam pengkaryaan tersebut, Andreas mendapat dukungan dari pakar Keistimewaan Yogyakarta Dr. Haryadi Baskoro, serta jejaring akademisi dan berbagai elemen masyarakat di Yogyakarta.

 

Konsep Hamemayu Hayuning Bawana sendiri mengandung gagasan tentang upaya memperindah, menjaga, dan menciptakan kehidupan dunia yang lebih baik. Nilai filosofis tersebut kemudian hendak diterjemahkan ke dalam berbagai bidang manajemen sehingga kearifan lokal tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Didukung Akademisi hingga Pemerintah DIY

 

Pengembangan seri buku ini mendapat dukungan dari sejumlah kalangan akademisi, antara lain Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof. Dr. Sudaryono, dan Dr. Wing Wahyu Winarno.

 

Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah DIY melalui Dian Laksmi Pratiwi, MA, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, serta Kurniawan, Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY.

Selain itu, gagasan tersebut mendapat dukungan dari Widihasto Wasana Putra, Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Hedy Christiyono Nugroho, SH, MH, advokat Kantor Hukum 3H, serta Pulung WP dari HP Management.

 

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan manajemen berbasis budaya tidak hanya dipandang sebagai proyek akademik, tetapi juga sebagai upaya mempertemukan ilmu pengetahuan, kebudayaan, pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat.

 

Kick Off di Museum Sonobudoyo

 

Momentum awal pengkaryaan seri buku tersebut dilakukan bertepatan dengan Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY.

Kick off digelar dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DIY di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, Senin (7/9/2026), melalui acara bertajuk “Sinau Sareng Relevansi Nilai-nilai Keistimewaan DIY di Masa Kini.”

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi bersama Kepala Museum Sonobudoyo meresmikan dimulainya pengkaryaan buku.

Kegiatan tersebut juga diikuti sekitar 80 mahasiswa dan pemuda dari berbagai wilayah di DIY. Kehadiran generasi muda menjadi bagian penting karena nilai-nilai Keistimewaan DIY dinilai perlu terus dikontekstualisasikan agar mampu menjawab persoalan kehidupan masyarakat masa kini.

 

Dari Filosofi Budaya Menjadi Ilmu Manajemen

 

Andreas mengatakan, kearifan lokal dan filosofi budaya Nusantara, khususnya Yogyakarta, menyimpan banyak gagasan yang dapat dikembangkan untuk memperkaya ilmu manajemen.

 

Menurutnya, ilmu manajemen tidak harus selalu dibangun dari teori-teori yang berkembang di luar negeri. Nilai-nilai lokal juga dapat menjadi sumber pengetahuan untuk membangun pendekatan manajemen yang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia.

 

Seri “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana” karena itu tidak hanya diarahkan menjadi buku yang membahas filosofi, tetapi berupaya menjembatani nilai budaya dengan konsep-konsep manajemen modern.

 

“Kearifan lokal dan filosofi budaya asli kita memberi banyak inspirasi bagi pengembangan ilmu manajemen,” ujar Andreas.

 

Delapan Bidang Manajemen Disiapkan

 

Selain buku induk Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana, Andreas menyiapkan sejumlah buku turunan yang mengangkat nilai-nilai filosofi Yogyakarta dalam berbagai bidang.

Beberapa judul yang dipersiapkan antara lain:

 

1. Manajemen Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Filosofi Yogyakarta

 

2. Manajemen SDM Berbasis Nilai Pamenthanging Gandewa, Pamenthenging Cipta

3. Manajemen Kepemimpinan Berbasis Nilai Hamangku, Hamengku, Hamengkoni

4. Manajemen Strategi Berbasis Nilai Pamenthanging Gandewa, Pamenthenging Cipta

5. Kewirausahaan Berbasis Nilai Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh

6. Koperasi Berbasis Nilai Golong Gilig

7. Manajemen Pariwisata Berbasis Budaya

8. Manajemen Pendidikan Berbasis Nilai Mangasah Mingisig Budi, Memasuh Malaning Bhumi

 

Ragam tema tersebut memperlihatkan luasnya kemungkinan penerapan filosofi budaya Yogyakarta. Nilai budaya tidak hanya ditempatkan dalam ruang seni dan tradisi, tetapi dapat dikaji dalam konteks kepemimpinan, sumber daya manusia, strategi organisasi, kewirausahaan, koperasi, pariwisata, pendidikan hingga pembangunan berkelanjutan.

 

Menjadikan Kearifan Lokal Relevan dengan Zaman

 

Pengkaryaan ini sekaligus membuka ruang dialog antara budaya dan ilmu pengetahuan. Filosofi yang diwariskan dari generasi sebelumnya ditantang untuk dibaca kembali dengan perspektif akademik dan diterapkan dalam persoalan kekinian.

 

Dengan pendekatan tersebut, Hamemayu Hayuning Bawana dapat dipahami bukan sekadar ungkapan filosofis, tetapi sebagai nilai yang mendorong manusia dan organisasi untuk menciptakan kemanfaatan, keseimbangan, keberlanjutan, serta kehidupan yang lebih baik.

 

Jika dikembangkan secara konsisten, seri buku ini berpotensi menjadi salah satu upaya menghadirkan perspektif manajemen bercorak Indonesia, dengan Yogyakarta sebagai salah satu sumber utama nilai dan pemikirannya.

 

Gagasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti pada menjaga bentuk-bentuk tradisi masa lalu. Budaya juga dapat terus hidup melalui proses reinterpretasi, pengembangan ilmu, dan penerapan dalam kehidupan modern.

 

Dari Yogyakarta, filosofi Hamemayu Hayuning Bawana kini didorong untuk memasuki ruang baru: ruang ilmu manajemen, pendidikan, dunia usaha, pemerintahan, dan pembangunan berkelanjutan.

(Suharmanto)

SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
DOA DEKLARASI PROPHETIK DAN TIUP SANGKAKALA WARNAI PERINGATAN 1 SYURO 1448 H DI AL-ZAYTUN

DOA DEKLARASI PROPHETIK DAN TIUP SANGKAKALA WARNAI PERINGATAN 1 SYURO 1448 H DI AL-ZAYTUN

Juni 18, 2026

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa, Pemda DIY Resmikan Tiga Gedung Baru di RSJ Grhasia

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa, Pemda DIY Resmikan Tiga Gedung Baru di RSJ Grhasia

September 1, 2026
Kepsek SMAN 1 Sukra Sambut Baik Sosialisasi Jurnalis Masuk Sekolah

Kepsek SMAN 1 Sukra Sambut Baik Sosialisasi Jurnalis Masuk Sekolah

September 1, 2026
Pemkab Sleman Perkuat Kinerja Aparatur Lewat Penandatanganan Kontrak Kinerja 2026

Pemkab Sleman Perkuat Kinerja Aparatur Lewat Penandatanganan Kontrak Kinerja 2026

Agustus 31, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In