Rabu, Juni 17, 2026
  • Login
Teras Pantura News
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Teras Pantura News
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Ekonomi
Home Berita

Pemegang Rekor Dunia Tinju 24 Jam Nonstop Takjub dengan Al-Zaytun: “Saya Sangat Terkesan”

teraspanturanews.com

by Redaksi
Juni 17, 2026
in Berita
0
Pemegang Rekor Dunia Tinju 24 Jam Nonstop Takjub dengan Al-Zaytun: “Saya Sangat Terkesan”
24
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

INDRAMAYU —teraspanturanews.com Momentum Perayaan 1 Suro 1448 Hijriah di Pesantren Al-Zaytun menghadirkan sosok inspiratif dari ujung timur Indonesia. Patrick Winata, atlet tinju asal Fakfak, Papua Barat, yang dikenal sebagai pemegang rekor dunia Guinness World Records atas aksi bertinju selama 24 jam nonstop dalam 223 ronde, hadir untuk memberikan motivasi kepada ribuan santri dan santriwati.

 

Dalam sambutannya, Patrick mengaku sangat terkesan dengan lingkungan pendidikan, kedisiplinan, serta kemajuan yang dibangun di Al-Zaytun. Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya datang ke pesantren terbesar di Indonesia itu.

 

“Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Al-Zaytun dan jujur saya sangat terkesan melihat semangat, kedisiplinan, dan kemajuan yang dibangun di tempat ini. Sebuah kehormatan bagi saya bisa berdiri di hadapan ribuan generasi muda Indonesia hari ini,” ujarnya.

 

Mengawali perkenalannya dengan rendah hati, Patrick menyebut dirinya hanyalah seorang anak bangsa yang lahir di Papua Barat. Namun dari daerah paling timur Indonesia itulah ia berhasil mengukir sejarah dunia.

 

“Saat ini saya menjadi satu-satunya manusia di dunia yang berhasil melakukan boxing selama 24 jam tanpa henti. Namun yang jauh lebih penting dari rekor itu adalah tujuan di baliknya, yaitu menggalang dukungan dan harapan bagi anak-anak penderita kanker,” katanya.

 

Di hadapan para santri, Patrick kemudian memutar dokumentasi perjuangannya dalam kegiatan kemanusiaan bertajuk Project 24. Video tersebut membuat banyak peserta terharu karena menampilkan kisah anak-anak penderita kanker yang menjadi inspirasi utama di balik tantangan ekstrem tersebut.

 

Menurut Patrick, tantangan bertinju selama 24 jam tidak sebanding dengan penderitaan yang harus dihadapi anak-anak yang berjuang melawan kanker setiap hari.

 

“Ketika saya menyadari perjuangan mereka, saya merasa bahwa tantangan 24 jam yang saya jalani tidak ada apa-apanya. Setiap 24 jam yang mereka lalui jauh lebih berat, jauh lebih menyakitkan, dan jauh lebih menakutkan,” ungkapnya.

 

Ia bahkan mendedikasikan pencapaian rekor dunia tersebut kepada anak-anak yang telah berpulang setelah berjuang melawan penyakit mereka.

 

Dalam pidatonya, Patrick mengajak para santri untuk menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum perubahan diri. Ia mengawali pesannya dengan sebuah pertanyaan reflektif yang langsung menyentuh perhatian para peserta.

 

“Kalau hari ini adalah awal tahun baru Hijriah, versi siapa yang ingin kita bawa setelah ini? Versi lama atau versi yang lebih berani?” tanyanya.

 

Patrick menjelaskan bahwa perjalanan Project 24 telah mengubah cara pandangnya tentang kehidupan. Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa kekuatan terbesar manusia bukan terletak pada fisik, melainkan pada kemampuan untuk terus melangkah ketika menghadapi kesulitan.

 

“Dari perjalanan itu saya belajar bahwa kekuatan terbesar manusia bukan berada pada fisiknya. Kekuatan terbesar manusia ada pada kemampuannya untuk tetap melangkah ketika keadaan tidak mudah,” tegasnya.

 

Ia juga mengaitkan pengalaman tersebut dengan makna hijrah yang diperingati umat Islam. Menurutnya, hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi keberanian untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

 

“Saya memahami hijrah sebagai keberanian untuk berubah, keberanian untuk maju, dan keberanian menjadi lebih baik lagi dari hari kemarin,” ujarnya.

 

Kehadiran Patrick Winata dalam Perayaan 1 Suro 1448 H menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi para peserta. Kisah perjuangan, kemanusiaan, dan semangat pantang menyerah yang ia bagikan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, peduli terhadap sesama, serta berani menghadapi tantangan demi masa depan yang lebih baik. ( AS Saeful Husna TP)

SendShare3
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Mendeley Desktop Incorrect Username or Password ➔ Solusi Cepat

Desember 13, 2024
Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Admin Media Sosial Berperan Penting Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

Oktober 28, 2024
RAT 2025 Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya Catat Lompatan Kinerja, Laba Naik 133 Persen

RAT 2025: Momentum Kebangkitan dan Semangat Baru Anggota Koperasi Pemasaran Karya Kita Jaya

Februari 20, 2026

Hello world!

1
Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

Nobar Debat cawapres: di masjid An nur sambil makan Rendang

0
BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

BERGURU ILMU KE OMAH TANI BATANG

0
Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Sertijab Danyonif 400/Banteng Raiders, Tegaskan Semangat Juang dan Kehormatan Prajurit Raider

Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Sertijab Danyonif 400/Banteng Raiders, Tegaskan Semangat Juang dan Kehormatan Prajurit Raider

Juni 17, 2026

Juni 17, 2026
Satu-satunya Perempuan dari 14 Pembicara, Dr. Kartini Apresiasi Pendidikan Kemandirian di Al-Zaytun

Satu-satunya Perempuan dari 14 Pembicara, Dr. Kartini Apresiasi Pendidikan Kemandirian di Al-Zaytun

Juni 17, 2026
Teras Pantura News

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Navigate Site

  • Home
  • Berita
  • Budaya

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Pendidikan
  • Pariwisata

Copyright © 2023 Teras Pantura News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In