INDRAMAYU – teraspanturanews.com Suasana Perayaan Tahun Baru Islam 1 Suro 1448 Hijriah di Pesantren Al-Zaytun mendapat warna tersendiri dengan kehadiran Dr. Kartini, utusan dari Ombudsman Republik Indonesia. Dari 14 tokoh yang memberikan sambutan pada acara tersebut, Dr. Kartini tercatat sebagai satu-satunya perempuan yang tampil di podium utama.
Dalam sambutannya, Dr. Kartini menyampaikan apresiasi mendalam terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di Al-Zaytun. Menurutnya, nilai integritas dan kejujuran yang ditanamkan kepada para peserta didik merupakan modal penting untuk melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter.
“Integritas dan kejujuran betul-betul digembleng di Al-Zaytun. Semoga ketika para santri dan alumni menjadi pemimpin, nilai kejujuran itu melekat kuat dalam dirinya dan menjadi bagian dari upaya memajukan Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menilai Al-Zaytun telah membuktikan komitmennya dalam memperkuat persatuan dan membangun kemandirian. Saat berkeliling melihat berbagai fasilitas pendidikan dan unit usaha yang dimiliki pesantren tersebut, Dr. Kartini mengaku terkesan dengan konsep pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik.
Menurutnya, banyak perguruan tinggi di Indonesia masih menghadapi kesulitan dalam menyediakan tempat praktik bagi mahasiswanya. Sebaliknya, Al-Zaytun telah menghadirkan berbagai sarana yang memungkinkan peserta didik belajar langsung di bidang pertanian, teknik, dan sektor produktif lainnya.
“Kalau lulusan Al-Zaytun tidak mandiri, itu bukan karena tempat belajarnya. Di sini sudah disediakan banyak fasilitas dan kesempatan untuk belajar serta berpraktik,” katanya.
Dr. Kartini juga menyoroti pentingnya sektor pertanian sebagai kekuatan strategis Indonesia. Ia mengingatkan bahwa sebagai negara yang subur, Indonesia semestinya mampu membangun kemandirian pangan sehingga tidak terus bergantung pada impor.
Selain itu, ia memberikan perhatian khusus terhadap peran perempuan dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi keluarga maupun bangsa.
“Jangan sampai perempuan tidak mandiri. Perempuan bisa menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Jangan berpikir bahwa kontribusi pembangunan hanya dilakukan oleh laki-laki,” tegasnya yang disambut antusias para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Kartini juga mendorong generasi muda untuk tidak mudah menyerah menghadapi tantangan dunia kerja. Ia mengajak para lulusan untuk mengembangkan kreativitas dan menciptakan peluang usaha apabila belum memperoleh pekerjaan yang diinginkan.
“Kalau belum bisa bekerja dengan orang lain atau belum diterima bekerja, munculkan kreativitas yang tidak terbatas. Pendidikan harus melahirkan inovasi dan kemandirian,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Dr. Kartini mengaku sangat terkesan setelah untuk pertama kalinya mengunjungi Al-Zaytun. Ia berjanji akan menceritakan pengalaman dan berbagai hal positif yang dilihatnya kepada para sahabat dan jaringan yang dimilikinya.
“Sepulang dari Al-Zaytun, saya akan menceritakan tentang Al-Zaytun. Saya baru pertama kali datang dan sangat terkesan. Saya akan membawa cerita dan pengalaman ini kepada banyak sahabat,” katanya.
Di akhir pidato, Dr. Kartini juga menyampaikan salam hormat dan doa bagi Syaykh Al-Zaytun yang sedang menjalani pemulihan kesehatan agar segera sembuh dan dapat kembali membersamai keluarga besar Al-Zaytun.
Acara Perayaan 1 Suro 1448 H tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, kemandirian, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Dr. Kartini di hadapan ribuan peserta yang hadir. (AS Saeful Husna TP)







