Batang – teraspanturanews.com Tingginya minat generasi z untuk mendaftar sebagai calon jemaah haji di Kabupaten Batang, termotivasi karena alasan kemampuan fisik maupun masa tunggu yang cukup lama. Bagi generasi z, mendaftar lebih awal jauh lebih penting, mengingat haji adalah ibadah fisik.
Di antaranya, Krisna Abdul Yusuf (27) dan Nurul Istiqomah (26) pasangan suami-istri asal Kecamatan Blado ini rela mengumpulkan pundi-pundi rupiah selama beberapa tahun, demi memperoleh porsi haji. Alasan terbesar keduanya adalah karena agar mampu menjalankan seluruh ibadah haji baik wajib maupun sunahnya, secara lengkap.
“Daftar sekarang itu karena waktu tunggu haji itu kan lama, terus alhamdulillah diberi rezeki tambahan bisa buat daftar berdua. Kalau daftar sekarang estimasi waktu tunggunya 26 tahun, ya biar kalau waktunya berangkat fisiknya masih kuat,” katanya, usai mendaftar di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang, Senin (8/6/2026).
Diakui, keduanya berusaha mengumpulkan tiap rupiah dari hasil berwirausaha hingga kurun waktu beberapa tahun. Setelah resmi nikah, saya ngumpulin uang dari hasil usaha selama dua tahun dan sekarang sudah punya Rp50 juta buat daftar berdua.
Pasca memperoleh porsi haji, kedua suami-istri yang masih tergolong generasi z itu berencana untuk kembali mengumpulkan rezeki, untuk biaya pelunasan.
“Ya nanti kita nyimpan lagi, kan masih lama 26 tahun lagi, apalagi masih ada kemungkinan kenaikan biaya, jadi ngumpulinnya dari sekarang,” jelasnya.
Sebagai pasangan muda, turut memotivasi agar sesama generasi z, apabila diberikan rezeki berlebih oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, segera mendaftar. Selain karena faktor masa tunggu yang cukup lama, kekuatan fisik tentu menjadi hal terpenting saat berada di Tanah Suci.
“Syaratnya mudah, selain menyiapkan uang Rp25 juta untuk pembayaran ke bank yang ditunjuk. Lalu ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah bawa foto kopi KTP, Kartu Keluarga, buku nikah atau akta kelahiran bagi yang belum menikah,” terangnya.
Salah satu petugas Bank Muamalat, Rizky Yoga membenarkan sejak awal Juni telah membantu 60 calon jemaah haji mendapatkan porsi dengan rentang usia 20 hingga 50 tahun.
“Bagi yang ingin mendaftar cukup datang langsung ke layanan Bank Muamalat di Kantor Kementerian Haji, membawa berkas foto kopi KTP, KK dan ijazah terakhir, lalu mengikuti proses dibantu petugas hingga mendapat porsi haji,” ungkapnya.
Sementara, Melihat antusiasme generasi z untuk mendaftar haji sangat tinggi, Kepala Kantor Kemenhaj Batang, Siti Mahmudah mengapresiasi karena merupakan tanda semakin baiknya kesadaran masyarakat untuk berhaji. Pasca pemberangkatan hingga kepulangan haji menjadi waktu yang diminati masyarakat untuk termotivasi mendaftar haji.
“Luar biasa, selama bulan Mei kemarin ada 200 masyarakat yang mendaftar untuk mendapatkan porsi haji. Didominasi gen z karena alasan kesiapan lebih matang serta tingkat perekonomian yang makin baik di Batang, sehingga banyak yang termotivasi berhaji di usia muda,” ujar dia.
Siti Mahmudah menyarankan, apabila usia anak minimal 12 tahun dan orang tua mampu secara finansial, alangkah baiknya segera didaftarkan haji.
“Jika daftar di usia 12 tahun, estimasi keberangkatan di usia 39 tahun, tentu secara fisik masih prima dan bisa menjalankan ibadah haji dengan sempurna,” tandasnya. (AS Saeful Husna TP Batang, Jateng)









