Batang – teraspanturanews.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang terus berkomitmen menjaga kondisi kesehatan warga binaan melalui langkah preventif dan deteksi dini. Lapas Batang memastikannya dengan menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta Penyuluhan Penyakit Hantavirus dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kegiatan strategis ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait kewaspadaan terhadap risiko penularan Hantavirus. Dalam pelaksanaannya, Klinik Pratama Lapas Batang bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dan Puskesmas Batang 3, yang menerjunkan masing-masing 9 orang petugas medis.
Kegiatan didampingi langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, serta Tim Medis Lapas dengan menyasar 100 warga binaan di Aula Lapas Kelas IIB Batang, Kabupaten Batang, Jumat (22/5/2026).
Acara diawali dengan penyuluhan penanggulangan Hantavirus dan penerapan PHBS di lingkungan hunian yang disampaikan oleh Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Batang, Khairunnisa. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (CKG) meliputi skrining TB-HIV, pemeriksaan tekanan darah, cek laboratorium (Gula Darah Sewaktu/GDS, asam urat, kolesterol), cek dahak, hingga sesi konsultasi langsung dengan dokter.
Kepala Lapas Kelas IIB Batang Nurhamdan menegaskan, pemenuhan hak kesehatan warga binaan merupakan prioritas utama dalam mendukung keberhasilan program pembinaan. Kegiatan ini adalah langkah konkret deteksi dini dan tindakan preventif untuk memutus mata rantai potensi penyakit menular maupun tidak menular di dalam blok hunian.
“Melalui sinergi yang kuat bersama Dinkes Batang, kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan hak pelayanan medis yang adil, merata, dan berkualitas. Mereka diperiksa langsung oleh tenaga kesehatan yang kami hadirkan, untuk memastikan kondisi tubuhnya prima di kamar hunian,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan intensif terhadap 100 warga binaan, tim medis mencatat seluruhnya menunjukkan hasil non-reaktif untuk HIV. Kendati demikian, ditemukan beberapa kasus kesehatan ringan seperti tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, GDS tinggi, dan kolesterol tinggi.
Pihak Lapas memastikan seluruh hasil temuan klinis tersebut akan segera ditindaklanjuti secara berkala melalui penanganan medis dan pemantauan obat oleh tim Klinik Pratama Lapas Batang.
Sementara itu, Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Batang Khairunnisa menerangkan, tujuan sosialisasi tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran hantavirus dengan membangun kewaspadaan masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan.
“Kami mendorong tindakan pencegahan secara mandiri seperti meningkatkan pengetahuan, penerapan hidup sehat dan menjaga kebersihan, serta menekan populasi tikus di lingkungan Lapas,” ujar dia. (AS Saeful Husna TP Batang, Jateng)







