Batang – teraspanturanews.com Dinas Kesehatan Kabupaten Batang membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi memastikan, berdasarkan pemantauan hingga Kamis pagi, kondisi pasien yang menjalani perawatan di RSUD Batang menunjukkan perkembangan membaik. Dirinya memantau kondisi pasien hingga hampir tengah malam dan kembali melakukan pemantauan pada Kamis pagi.
“Sejauh saya memantau pagi ini kondisi aman. Tadi pagi saya memantau di RSUD Batang, tadi malam saya sampai pukul 23.45 WIB, tadi pagi pukul 05.30 WIB saya ke situ lagi hingga 06.30 WIB. Aman, alhamdulillah, kondisinya sudah membaik semuanya,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (24/9/2026).
Menurut Ida, perbaikan kondisi pasien terlihat dari berkurangnya sejumlah gejala yang sebelumnya dialami, seperti diare, mual, muntah, dan pusing. Misalnya tadinya menceret berkali-kali terus jadi berkurang, tadinya ada mual muntah sekarang enggak, tadinya pusing-pusing enggak.
Ida juga menegaskan, hingga pemantauan yang dilakukan Dinas Kesehatan tidak terdapat laporan korban dalam kasus dugaan keracunan MBG tersebut yang meninggal dunia. Apabila terdapat pasien yang meninggal, fasilitas pelayanan kesehatan akan segera melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Kesehatan.
“Kalau ada laporan yang meninggal pasti iya. Kalau ada yang meninggal pasti kita langsung ditelepon. Belum meninggal pun pasti sudah telepon,” tegasnya.
Ia menduga, kabar mengenai adanya korban meninggal dunia kemungkinan berasal dari informasi mengenai orang lain yang meninggal, tetapi tidak berkaitan dengan kasus dugaan keracunan MBG di Bawang.
“Mungkin ada orang meninggal, tapi meninggalnya bukan kasus yang ini, mungkin dia kan enggak ngerti juga. Dinkes saat ini masih memprioritaskan penanganan dan pemantauan kondisi pasien. Sementara itu, data terkait jumlah pasien dan perkembangan kasus masih terus dirapikan karena pencatatan pada malam sebelumnya cukup dinamis,” terangnya.
Penanganan pasien, betul. Jumlah dan sebagainya ini masih dirapikan. Karena tadi malam catatannya masih belum rapi, jadi ini masih dirapikan dulu. Pasien yang mengalami sakit perut atau gangguan pencernaan tidak serta-merta langsung pulih seluruhnya dalam waktu singkat. Namun, yang menjadi indikator positif adalah intensitas keluhan yang mulai berkurang.
“Kalau sakit perut memang bertahap. Orang diare biasa saja mesti sakit perutnya, kan enggak langsung sembuh. Besok harinya pun masih ada sakit perutnya, tapi sudah berkurang. Dengan kondisi pasien yang terus menunjukkan perbaikan, Dinkes Batang masih melakukan pemantauan secara berkala terhadap seluruh korban yang menjalani perawatan,” pungkasnya.
(AS Saeful Husna TP)







