SLEMAN – teraspanturanews.com Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman mengambil langkah baru untuk memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tidak berhenti pada pelatihan, Kadin Sleman mempertemukan pelaku usaha dengan sejumlah mitra strategis agar berbagai persoalan bisnis bisa langsung mendapatkan solusi.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan pelatihan bisnis dan silaturahmi UMKM yang berlangsung di Lantai 4 Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Kamis (6/8/2026).
Empat mitra dari sektor berbeda turut dilibatkan, yakni Bank BTN, BPJS Ketenagakerjaan, Indosat IM3, dan Print Flow. Kehadiran mereka membuat forum tidak sekadar menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga menjadi tempat pelaku UMKM memperoleh informasi mengenai pembiayaan, perlindungan tenaga kerja, konektivitas internet, legalitas, hingga kemasan produk. Kegiatan tersebut dipandu Pengurus Kadin Sleman Bidang Komite Tetap Akreditasi dan Kesekretariatan, Hanun Wuryansari.
Ketua Kadin Kabupaten Sleman, Yudi Prihantana, mengatakan peningkatan kompetensi dan kapasitas pelaku UMKM menjadi bagian penting dari program kerja Kadin Sleman.
Menurut Yudi, pelaku UMKM saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mempertahankan usaha saja tidak cukup. Mereka perlu melakukan inovasi, memanfaatkan teknologi, memperkuat legalitas, sekaligus membangun tata kelola usaha yang lebih profesional.
“Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Kadin Kabupaten Sleman dalam menjalankan program kerja yang berfokus pada peningkatan kompetensi, kapasitas, dan daya saing pelaku UMKM di Kabupaten Sleman,” kata Yudi.
Ia menilai UMKM mempunyai peran strategis dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu, penguatan sektor tersebut membutuhkan kolaborasi banyak pihak.
Perbankan, perusahaan teknologi, lembaga perlindungan tenaga kerja, organisasi dunia usaha hingga perusahaan pendukung produk dinilai dapat saling melengkapi untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat.
Pengurus Kadin Sleman Bidang Komite Tetap Pembinaan Keanggotaan, Ilham Agus Prasetyo, mengatakan forum tersebut diharapkan membuka wawasan baru bagi peserta sekaligus memperluas jaringan bisnis.
“Harapannya, melalui kegiatan ini para peserta memperoleh wawasan baru, memperluas jejaring usaha, sekaligus meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam mengembangkan usahanya,” ujar Ilham.
Ilham juga menyampaikan materi mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal, dua aspek yang dinilai penting untuk memperkuat legalitas serta meningkatkan kepercayaan terhadap produk UMKM.
Tak Berhenti Sekali, Forum UMKM Akan Rutin
Kadin Sleman tidak ingin kegiatan tersebut berhenti sebagai pertemuan sesaat. Organisasi dunia usaha itu berencana menggelar forum silaturahmi dan peningkatan kapasitas UMKM secara rutin setiap bulan.
Konsepnya, pelaku usaha akan dipertemukan dengan mitra yang mempunyai solusi sesuai kebutuhan mereka. Dengan pola tersebut, pelaku UMKM memiliki ruang untuk berkonsultasi sekaligus membangun jaringan secara berkelanjutan.
Yudi mengatakan Kadin Sleman akan terus menggandeng Bank BTN, Indosat, BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan produsen kemasan dalam proses pendampingan.
“Insya Allah kami, Kadin Sleman akan menjalankan kegiatan ini setiap bulan. Kami akan terus bersilaturahmi dengan para pelaku UMKM bersama mitra-mitra seperti Bank BTN, Indosat, BPJS Ketenagakerjaan, dan perusahaan produsen kemasan agar pendampingan kepada UMKM benar-benar berkelanjutan,” ujar Yudi.
Dalam kegiatan tersebut, Yudi didampingi Pengurus Komite Tetap UMKM Iman Asraj, Komite Tetap Pengembangan dan Pembinaan Organisasi sekaligus Kepala Sekretariat Kadin Kabupaten Sleman Ahmad Riyadi Amar, serta Komite Tetap Pendapatan dan Pembiayaan Organisasi Ari Pambudi.
Yudi kemudian membuka kegiatan secara resmi dan meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan para narasumber dan mitra yang hadir.
BTN Tawarkan KUR dan Pendampingan
Persoalan modal menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi UMKM. Karena itu, Bank BTN hadir membawa informasi mengenai akses pembiayaan sekaligus pendampingan.
Consumer Lending Head BTN Yogyakarta, Kurnia Dewi, mengatakan BTN ingin hadir lebih dekat dengan pelaku usaha.
Menurutnya, kebutuhan pembiayaan UMKM sangat beragam. Ada pelaku usaha yang membutuhkan modal untuk ekspansi, membeli atau merenovasi tempat usaha, maupun memenuhi kebutuhan pembiayaan lainnya.
“Bank tidak cukup hanya menunggu nasabah datang ke kantor. Kami ingin hadir langsung menemui pelaku usaha, memahami kebutuhannya, dan memberikan solusi yang sesuai,” ujar Dewi, didampingi tim BTN, Icha.
Dewi menjelaskan bahwa pengajuan pembiayaan akan melalui proses survei dan analisis. Setelah pembiayaan diberikan, pendampingan dan konsultasi juga tetap dilakukan untuk membantu menjaga keberlanjutan usaha.
BTN juga memperkenalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku UMKM sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau UMKM berkembang, perekonomian daerah ikut tumbuh. Ketika ekonomi tumbuh, kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Karena itu kami ingin menjadi bagian dari perjalanan tumbuhnya UMKM di Sleman melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah dan tanpa agunan,” ungkap Dewi.
BPJS Beri Perlindungan Gratis
Pertumbuhan bisnis juga perlu dibarengi dengan perlindungan bagi pelaku usaha.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, mengatakan perlindungan tenaga kerja penting diperhatikan oleh pelaku UMKM.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bersama Kadin Sleman memberikan perlindungan gratis kepada peserta yang hadir sesuai program yang ditawarkan.
“Jadi, Bapak-Ibu yang hadir di acara ini mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan gratis. Perlindungan ini untuk mengantisipasi segala sesuatu yang tidak diinginkan ketika Bapak-Ibu bekerja dalam menjalankan usaha,” kata Sony.
Menurutnya, aspek perlindungan menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan keamanan pelaku usaha.
Indosat Bantu Atasi Persoalan Internet
Digitalisasi membuat internet menjadi kebutuhan utama bagi pelaku UMKM. Promosi media sosial, komunikasi dengan pelanggan, transaksi digital hingga pemasaran membutuhkan konektivitas yang memadai.
Melalui forum tersebut, Indosat IM3 menawarkan solusi bagi pelaku usaha.
CSE Sleman Indosat IM3 Yogyakarta, Imalia Esti, mengatakan pihaknya siap bersama Kadin Sleman membantu memetakan persoalan konektivitas yang dialami pelaku UMKM.
“Kami memiliki produk Hifi yang bisa digunakan di mana saja. Harganya sangat terjangkau untuk UMKM dan produk ini bisa digunakan secara bersama-sama banyak smartphone,” ujar Imalia.
Ia menjelaskan, perangkat tersebut juga dapat digunakan ketika terjadi pemadaman listrik dengan memanfaatkan sumber daya dari powerbank.
Solusi tersebut diharapkan membantu UMKM yang menjalankan aktivitas usaha dari rumah maupun tempat usaha dengan kebutuhan koneksi internet bersama.
Kemasan Produk Ikut Jadi Perhatian
Setelah persoalan modal, legalitas dan teknologi, aspek lain yang tidak kalah penting adalah tampilan produk.
Kemasan yang profesional dapat membantu memperkuat identitas merek sekaligus meningkatkan daya tarik produk ketika dipasarkan.
Print Flow hadir memberikan solusi tersebut.
Doni Setiawan dari Print Flow mengatakan pihaknya menyediakan konsultasi mulai dari desain hingga menentukan jenis kemasan yang sesuai dengan karakter produk.
“Kami produksi sendiri kemasan produk ini. Kami berikan konsultasi gratis untuk desain kemasan dan kemasan apa yang cocok untuk produk Bapak-Ibu,” terang Doni.
Print Flow juga menyediakan pilihan pembayaran cash tempo yang diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengelola arus kas bisnis.
Forum Kadin Sleman memperlihatkan bahwa persoalan UMKM tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sisi.
Legalitas usaha menjadi fondasi. Pembiayaan membantu memperbesar skala bisnis. Perlindungan tenaga kerja memberikan rasa aman. Internet mendukung aktivitas digital, sedangkan kemasan dan branding memperkuat daya saing produk.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu pendekatan yang dipilih Kadin Sleman untuk mempertemukan pelaku usaha dengan mitra yang memiliki solusi konkret.
Yudi menegaskan kegiatan tersebut diharapkan tidak menjadi agenda seremonial. Kadin ingin membangun hubungan yang lebih dekat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi UMKM dapat dibicarakan dan dicarikan jalan keluar secara langsung.
Dengan rencana pelaksanaan forum setiap bulan, semakin banyak pelaku UMKM diharapkan mendapatkan akses terhadap informasi, pembiayaan, perlindungan, teknologi, legalitas, hingga pengembangan produk.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong UMKM Sleman agar tidak sekadar bertahan di tengah persaingan. Lebih jauh, pelaku usaha diharapkan mampu berkembang, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, dan naik kelas.
Kadin Sleman melihat kolaborasi antara organisasi dunia usaha, perbankan, lembaga perlindungan tenaga kerja, perusahaan teknologi dan produsen pendukung usaha sebagai modal penting untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat.
Ke depan, forum bulanan tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang lahirnya kemitraan, transaksi bisnis, kolaborasi dan inovasi baru, bukan sekadar tempat bertukar informasi.
Dengan semakin terbukanya akses terhadap berbagai solusi bisnis, UMKM Sleman diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk tumbuh dan ikut mendorong perekonomian daerah.
(Joko Suwanto )

























